A L E N A ( Episode ke 3 )
Selama di jalan pulang Mamah terus bertanya kepadaku, kenapa tadi buru-buru ngajak pulang.
"Len, kenapa sih mamah masih asik milih-milih baju ko diajak pulang, padahal Mamah belum selesai belanjanya?" Gerutu Mamah terdengar sedikit kesal dengan putrinya.
"Maaf Mah, Lena lupa kalau Lena ada janji dengan Fery, mau ngajak ke rumah temannya", ujar Lena sedikit berbohong.
Lena tidak ingin mamah tau apa yang tadi dia lihat, tapi memang sebetulnya dia ada janji dengan kekasihnya itu.
"Memangnya jam berapa kamu janjian dengan Fery nya?" Tanya mamah penasaran
"Sebetulnya sore sih mah hehehe", ucap Lena sambil tersenyum malu.
"Hemmmm kenapa buru-buru sih pulang nya kalau janjian nya nanti sore, yuklah balik lagi Mamah masih penasaran dengan baju yang tadi mamah pilih", Rajuk mamah membuat aku bingung.
Tidak mungkin aku ngajak mamah balik ke tempat tadi, sebaiknya aku ajak mamah ke tempat lain saja supaya tidak ketemu dengan Papap.
"Mah perut Lena laper kita makan dulu yuk, tuh di depan itu ada tempat makan baru mah, menunya enak-enak deh mah, tempatnya lagi viral pengunjungnya banyak setiap harinya, mau ya mah", rajukku pada mamah.
"Mmmmm boleh deh kita makan dan solat dulu di rumah makan itu, tapi janji kita habis makan balik lagi ya ketempat baju tadi", ucap mamah yang rupanya masih penasaran dengan baju yang tadi dipilihnya.
"Siap komandan", jawabku sambil menempelkan tangan kanan dijidatku dan mamah hanya tersenyum melihat tingkahku.
Sesampainya di rumah makan, kami langsung mencari tempat duduk yang dirasa nyaman, dan benar saja pengunjungnya lumayan banyak. Kebanyakan para pegawai yang sedang beristirahat mencari makan siang di luar. Setelah memilih menu, sambil menunggu makanan datang kami solat duhur di musolah.
Musolahnya cukup luas dan nyaman untuk solat, mukena yang ada di lemari juga bersih-bersih, mungkin karena masih baru belum lama dibuka nya baru tiga bulan yang lalu louncing nya. Setelah selesai solat kami kembali ke saung tempat makan yang kami pilih, rupanya makanan yang kami pesan sudah tersaji di atas meja.
Ketika kami sedang asik menikmati makan siang kami, ada salah satu pegawai yang menghampiri dan menyapa mamah.
"Assalamualaikum ini dengan ibu Arya kan?" Tanyanya sambil mengulurkan tangannya bersalaman.
"Eeh ini dengan Pa Agus ya, apa kabarnya pa, sini bergabung di meja kami", jawab mamah sopan
"Waduh saya sudah mau pulang Bu, tuh teman teman kami sudah mau beranjak pulang", jawab Pak Agus sambil tangannya menunjuk ke arah saung yang tidak jauh dari saung kami.
"Sayang ya Bapa lagi dinas luar jadi tidak bisa makan bersama kalian ya", ucap mamah membuat aku sedikit tertegun dengan ucapan Mamah barusan.
"Memangnya Pak Arya lagi dinas luar gitu Bu, ko saya baru tau ya?" Tanya Pak Agus bingung.
Deg hatiku tambah tidak karuan, Mamah pasti bingung mendengar pertanyaan Pak Agus, aku harus mencari akal untuk menghindari percakapan ini.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
