A L E N A ( Episode ke 5 )
Aku langsung menceritakan rencana Mas Ferry yang akan memperkenalkan aku kepada kedua orangtuanya kepada Mamah dan Papap, mereka menyambut gembira rencana mas Ferry, kemudian mamah sibuk memilihkan baju yang akan aku kenakan hari ini.
"Anak mamah harus terlihat cantik di depan calon mertua, ingat ya jaga sikap, harus selalu bersikap sopan dan manis di depan calon mertua", ucap mamah panjang lebar.
"Duh mah, Lena jadi deg degan nih, belum apa-apa sudah grogi dulu Lena nya mah", ucapku sambil mengenakan pakaian yang mamah pilih.
Aku memandang wajahku di depan cermin, dengan baju pilihan mamah aku terlihat lebih dewasa dan sangat anggun. Mamah juga memandangiku di depan cermin sambil berkata.
"Subhanallah anak mamah terlihat sangat cantik dan anggun dengan baju ini sayang, tidak terasa princess mamah sudah dewasa dan sebentar lagi akan dipinang oleh lelaki pilihannya", ucap mamah sambil memeluk aku dari belakang.
Aku jadi terharu dan tak terasa menitikkan air mata, ada rasa sedih ketika mengingat Papap tega membohongi dan menyakiti mamah, padahal wajah mamah lebih cantik dibandingkan dengan wanita itu. Aku rangkul mamah erat sekali, rasanya aku tidak tega meninggalkan mamah sendirian.
Semoga mas Ferry setelah menikah nanti mau tinggal di rumah ini bersama mamah. Manah merenggangkan pelukannya kemudian berkata.
Sudah jam berapa ini sebentar lagi Ferry datang, sudah rapihkan hijab kamu nak", ucap mamah mengingatkan aku.
"Ya mah, ini sudah rapih ko, doakan Lena ya mah, semoga kedua orangtuanya mas Ferry bisa menerima Lena apa adanya", ucapku sambil mencium pipi mamah
"Insyaallah kedua orangtua Ferry menerima kamu nak, asalkan Lena bisa menjaga sikap dan etika", jawab mamah sambil memeluk aku.
Aku dan mamah turun menuju ruang tamu menunggu kedatangan mas Ferry, Papap sedikit terkesima melihat penampilan aku.
"Waah anak Papap cantik sekali sore ini, mirip sekali dengan wajah mamah sewaktu masih muda", ucap Papap sambil melirik genit sama mamah.
Aku lihat wajah mamah langsung berubah merah pipinya seperti kepiting rebus. Seandainya wanita itu tidak hadir ditengah tengah keluarga kami, aku akan merasa bahagia dengan suasana hari ini.
Jam lima sore Mas Ferry datang menjemput aku, setelah berpamitan dengan Mamah dan Papap. Mas Ferry terlihat sangat tampan dengan pakaian yang dikenakannya. Kemeja polos warna marun dan celana hitam, sangat kontras sekali dengan kulitnya yang putih, jadi terlihat semakin gagah, hatiku sedikit betdesir melihat penampilan mas Ferry sore ini.
Setelah lima belas menit, sampailah kami ditempat yang sudah dijanjikan, rupanya kedua orangtuanya mas Ferry mengajak makan di luar, aku turun dari mobil dan mas Ferry menggandeng tanganku dengan mesra. Setelah masuk mas Ferry menunjukkan meja di mana kedua orangtuanya sudah menunggu kedatangan kami berdua.
Perasaan aku semakin tidak karuan, tanganku tiba-tiba menjadi dingin, dan itu dirasakan oleh mas Ferry, kemudian dia membisikkan sesuatu di telingaku.
"Tenang saja kamu jangan grogi dan gugup ya, kedua orangtuaku tidak galak ko", bisik mas Ferry berusaha menenangkan diriku supaya tidak terlihat grogi lagi.
Aku tersenyum manis dan mulai berusaha bersikap tenang dan wajar, aku tersenyum dan mulai menyalami kedua orangtuanya mas Ferry.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
