Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
A L E N A ( episode ke 8 )

A L E N A ( episode ke 8 )

Suasana masih hening sejenak, dengan anggukan dan senyuman yang tersungging di bibir Alena, semua tamu ikut tersenyum bahagia melihat sepasang kekasih yang sedang berbunga-bunga malam ini. Mas Ferry mengeluarkan kotak kecil dari saku celananya kemudian dibukanya kotak kecil tersebut.

Mas Ferry mengambil cincin yang ada di dalam kotak kecil itu kemudian memasukkan cincin tersebut di jari manis ku, semua mengucapkan syukur alhamdulilah dan terlihat wajah bahagia semua yang hadir malam ini.

Kemudian langsung menentukan hari resepsi pernikahan setelah di tetapkan tanggal dan hari baiknya, jatuh sekitar lima bulan lagi dari hari ini.

Setelah selesai acara lamaran saatnya menikmati santap makan malam, sambil menikmati makan malam, Mamah terlihat bahagia sekali sambil memeluk aku, mamah berkata.

"Lima bulan lagi kamu bakal menjadi milik Ferry Len, dan mamah bakal ditinggal sendiri, hanya sama Papap berdua di rumah ini", ucap mamah sedikit berbisik di telingaku.

Aku sedih mendengar ucapan Mamah, tapi aku berusaha meyakinkan Mamah kalau aku tidak akan pergi ke mana-mana.

"Tenang saja mah, Lena tidak akan pergi dari rumah ini setelah menikah, Lena akan tetap tinggal bersama Mamah, mas Ferry akan Lena ajak untuk tetap tinggal di rumah ini", ucapku sambil meyakinkan Mamah.

Mas Ferry yang sedari tadi memperhatikan aku dan Mamah, mulai mendekatiku dan bertanya.

"Len, ada apa ko seperti ada obrolan serius dengan Mamah", tanya mas Ferry penasaran.

"Ga papa ko mas, nanti kalau waktunya tepat akan aku ceritakan, sekarang nikmati dulu makan malamnya", ucapku sambil mengambil piring dan mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk mas Ferry.

Setelah makan malam selesai, semua tamu undangan mulai berpamitan pulang, sebelum pulang Bapaknya mas Ferry mengingatkan aku agar besok datang ke kantornya membawa lamaran dan langsung mulai bekerja di kantornya. Mamah bahagia mendengar aku sudah mendapatkan pekerjaan di kantor calon besannya.

Paginya dengan penuh semangat empat lima, aku bersiap siap untuk berangkat ke kantor, dengan ucapan bismillah aku jalankan mobilku menuju kantor Bapaknya mas Ferry. Hanya butuh waktu 30 menit aku sudah sampai di depan kantor. Setelah menemui resepsionis aku langsung menuju ruangan pemilik kantor ini siapa lagi kalau bukan Bapaknya mas Ferry.

Aku ketuk pintu dan terdengar suara dari dalam ruangan. "Silahkan masuk, Alena pintu tidak dikunci ko",

"Suara itu ko seperti aku kenal ya tapi ga mungkin masa iya dia sih', gumanku dalam hati.

Pelan-pelan aku buka pintu dan ada dua orang laki-laki Bapak mas Ferry dan satu lagi sedang duduk membelakangi pintu, aku penasaran dengan lelaki yang sedang duduk tersebut.

"Mari Lena silahkan duduk, dibawakan lamarannya?" Tanya bapaknya mas Ferry

"Oh iya Pa, ini surat lamarannya", jawabku sambil melihat seseorang yang sedang duduk di kursi tersebut, siapa dia sebenarnya.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post