Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
A L E N A  ( Episode ke 9 )

A L E N A ( Episode ke 9 )

Bapaknya mas Ferry memeriksa berkas lamaranku, dan langsung keluar meninggalkan aku dan lelaki misterius itu di dalam ruangan, membawa berkas lamaran aku kebagian kepegawaian, terdengar suara yang sangat aku kenal dari balik kursi.

"Apa kabarnya Alena, masih ingat dengan aku, ucap lelaki misterius itu sambil memutar kursinya menghadap ke arahku.

Aku sangat terkejut melihat siapa lelaki yang duduk di kursi itu. Ya dia adalah Budi teman SMA yang pernah singgah di hatiku.

"Budi..?" Ucapku tidak percaya dengan apa yang aku lihat.

"Wah rupanya ingatanmu masih bagus ya, masih ingat kepada saya", ucap Budi sambil duduk menghampiriku.

"Kamu sedang apa di kantor ini, apakah kamu bekerja di kantor ini juga?" Tanyaku penasaran

"Tidak aku salah satu rekan bisnis pak Joko", jawab Budi

"Kamu apa kabarnya, katanya sebentar lagi mau menikah ya, dengan putranya Pak Joko, tadi beliau sempat cerita sebelum kamu datang", lanjut Budi

"Ya betul Bud, baru semalam acara lamarannya, insyaallah lima bulan lagi acara resepsinya, minta doanya ya Bud, semoga acaranya berjalan dengan lancar", ucapku.

"Kamu sendiri gimana kabarnya?" Tanyaku balik bertanya

"Kabar saya seperti yang kamu lihat, tapi saya gagal dalam pernikahan Len, saya belum lama bercerai dengan istri saya", jawab Budi terlihat ada mendung di wajahnya.

Ketika aku mau mengomentari tentang perceraian Budi dan istrinya, Bapaknya mas Ferry datang dan langsung menyampaikan kalau besok aku sudah bisa langsung bekerja di kantor ini, aku ditempatkan sebagai sekretaris menggantikan sekertaris yang lama.

Yang kebetulan sekertaris lama baru saja risgn dari pekerjaannya. Aku diajak berkeliling ke setiap ruangan kantor, diperkenalkan kepada semua staf yang ada di kantor ini.

Setelah dirasa cukup, aku diperbolehkan untuk pulang. Sesampainya di rumah aku ceritakan semuanya kepada Mamah, tapi sepertinya ada sedikit keraguan terlihat dari wajah mamah.

"Len, kamu yakin menerima pekerjaan sebagai sekretaris, apa tidak sebaiknya kamu ijin dulu dengan Ferry", tanya mamah sedikit khawatir.

"Mah, insyaallah mas Ferry mengijinkan Lena bekerja, kan di kantor ada Bapaknya mas Ferry mah, insyaallah Lena akan baik-baik saja", jawabku meyakinkan Mamah.

"Ya sudah kalau kamu sudah yakin dengan pekerjaan yang akan kamu jalani, mamah akan selalu mendoakan yang terbaik untuk anak kesayangan Mamah", ucap mamah sambil memeluk aku.

Tiba-tiba ada suara bel pintu berbunyi sepertinya ada tamu yang datang tapi siapa, aku langsung berlari membukakan pintu, ketika aku buka pintu terlihat seorang wanita muda dengan menggendong anak kecil dan menanyakan Papap.

"Apa betul ini rumahnya Pak Arya?" Tanya wanita itu

Siapa sebenarnya wanita ini, dan kenapa mencari Papap, perasanku mulai tidak enak.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post