Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
A L E N A ( Episode ke 13 )

A L E N A ( Episode ke 13 )

Sepulangnya wanita itu, aku langsung menuju kamarku, kutumpahkan semua rasa yang menyesakkan dada ini. Tanpa kusadari mas Ferry masuk ke dalam kamar rupanya dia sudah pulang dan aku lupa tidak menyambut kedatangannya. Mas Ferry yang melihat aku sedang menangis sangat terkejut.

"Sayang kamu kenapa menangis ada apa, apa yang terjadi?" Mas Ferry memberondong pertanyaan.

Selama ini aku menutupi masalah Papap pada mas Ferry, aku malu mau menceritakannya, tapi sekarang sudah kepalang basah mas Ferry sudah melihatku menangis dan aku harus menceritakan masalah yang sebenarnya semuanya pada mas Ferry.

Sambil memeluk mas Ferry aku ceritakan semuanya apa yang telah Papap lakukan terhadap mamah, tentang istri-istri simpanan Papap yang silih berganti berdatangan ke rumah ini. Mas Ferry sangat terkejut mendengar ceritaku, sambil memeluk erat mas Ferry berusaha menenangkan aku. Setelah melihat aku tenang, mas Ferry berjanji akan menyelidiki masalah Papap.

"Tenang saja nanti mas bantu menyelidiki wanita simpanan Papap itu, kita cari dan datangi rumahnya biar jelas semua permasalahannya", ucap mas Ferry sambil mengecup lembut keningku.

Kini aku merasa lega, beban dan masalah besar yang selama ini aku simpan sendiri, sekarang mas Ferry sudah tahu dan itu membuat diri ini menjadi lega dan plong rasanya. Esoknya karena hari libur mas Ferry langsung mengajak aku untuk mengunjungi rumah wanita yang mengaku sebagai istri simpanan Papap.

Dengan berbekal alamat dan nomor telepon yang pernah diberikan kepada aku waktu itu, dengan membaca bismillah kita berangkat, rumah pertama yang akan dikunjungi rumah teman mas Ferry yang kebetulan dia ada teman di daerah tersebut.

Sesampainya di rumah teman mas Ferry, kami diajak berbincang bincang sejenak, kemudian kami mencoba menanyakan tentang alamat rumah wanita tersebut sambil menunjukkan foto nya, ternyata rumah nya tidak jauh dari teman mas Ferry.

Setelah dirasa cukup data dan informasi tentang wanita itu didapat, kami langsung pamit pulang, kami langsung mencari tempat tinggal wanita tersebut. Pelan-pelan kami telusuri perkampungan yang sepertinya penduduknya rata-rata kehidupan perekonomiannya menengah ke bawah.

Mas Ferry menghentikan mobilnya tepat di sebuah rumah kecil dan sederhana, di depan rumah tersebut ada dua anak kecil yang masih balita keduanya laki-laki. Hatiku mulai tidak karuan perasaan gelisah, mas Ferry berusaha menenangkan aku.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post