A L E N A ( Episode ke 14 )
Aku dan mas Ferry turun dari mobil dan mencoba menyapa kedua anak balita yang sedang bermain di teras. Tidak lama muncul seorang wanita yang dulu pernah datang mencari Papap ke rumah waktu itu. Dia sangat terkejut dengan kedatangan aku, dengan wajah yang terlihat gugup wanita itu mempersilahkan aku dan mas Ferry masuk ke dalam rumahnya.
"Mari neng silahkan masuk, maaf beginilah kondisi rumah ibu, rumahnya berantakan tidak pernah bisa rapih maklumlah ada anak kecil", ucap wanita itu sambil mempersilahkan kami duduk.
"Iya ibu tidak apa apa, kami cuma sebentar saja ko, ada sedikit yang akan kami tanyakan", ucap mas Ferry langsung kepokok masalahnya.
"Begini ya Bu, kami datang ke sini ingin menanyakan dan memastikan apa betul ibu ini, maaf istri simpanan Pa Arya ayah dari istri saya Lena?' tanya mas Ferry.
Wanita ini memang terlihat cantik wajahnya, walaupun penampilannya sederhana, tapi tetap cantik terlebih melihat tubuhnya yang padat dan sintal, dan kulitnya yang putih mulus pantas saja Papap menyukai wanita ini ucap Lena dalam hatinya. Kalau melihat dari wajahnya usianya sekitar 30 tahun.
Wanita itu tertunduk mendengar pertanyaan dari mas Ferry, kemudian dengan menarik nafas panjang ibu itu menjadi pertanyaan mas Ferry.
"Betul sekali mas, saya ini istri simpanan Pa Arya, tapi maaf sebelumnya saya ingin menceritakan awal perkenalan dengan pak Arya. Itu semua berawal dari saya waktu bekerja di kantor pak Arya sebagai OB, waktu itu saya sedang mengantarkan kopi pesanan pak Arya ke ruangannya.
"Ketika aku masuk pak Arya memperlihatkan sikap genitnya, ketika saya sedang menyodorkan kopi di mejanya, tangannya mulai nakal memegang bagian tubuhku yang vital, aku berusaha menolak tapi pak Arya semakin kasar dan mengancam akan memecat saya", cerita wanita itu sambil mulai terisak.
Aku yang mendengar semua cerita wanita itu, hatiku mulai mendidih sakit sekali rasanya mendengar kelakuan Papap dengan wanita itu. Tapi aku tetap bersabar dan menahan diri walaupun air mata ini sudah tidak terbendung lagi, pipiku sudah basah dengan air mata.
"Silahkan dilanjutkan ceritanya Bu", ucapku sambil menghapus air mataku
"Yakin kamu masih kuat Len mendengarnya?" Tanya mas Ferry sambil meremas tanganku berusaha memberikan kekuatan aku cuma bisa menganggukkan kepalaku.
"Setelah posisi saya terpojok dan tidak berani menolak keinginan pak Arya, kebetulan ruangan pak Arya waktu itu sepi, tidak ada satupun karyawan yang masuk ke dalam ruangan pak Arya.
"Jadi dia bebas melampiaskan nafsunya, dan menikmati tubuh saya yang saat itu saya masih gadis. Dari semenjak kejadian itu saya diperlakukan dengan baik oleh pak Arya, dia sering berkunjung ke rumah ini.
Sampai akhirnya saya hamil, dan dia terlihat bahagia dan langsung melamar saya sebelum kedua orangtua saya mengetahui kalau saya sedang hamil. Kemudian kami menikah secara sirih. Jadi kedua anak laki-laki yang ada di depan rumah itu anak dari pak Arya mas", ucap wanita istri simpanan Papap itu mengakhiri ceritanya.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
