A L E N A ( Episode ke 15 )
Setelah puas menerima informasi dan mendengarkan cerita dari wanita yang ternyata bernama Rina, kami langsung pamit pulang. Selama di perjalanan pulang aku banyak diam, beragam rasa campur aduk jadi satu saat ini.
Aku tidak habis fikir kenapa Papap seperti itu. Bagaimana kalau mamah tau kelakuan Papap yang sebenarnya.
Mas Ferry melihat aku banyak diam berusaha mencairkan suasana, mengajak makan siang di tempat favoritku. Aku hanya mengangguk menuruti ajakan mas Ferry.
Sesampainya di rumah makan mas Ferry langsung memesan makanan kesukaanku, dia faham banget dengan makanan kesukaan aku.
"Len, untuk masalah ini mamah jangan sampai tahu, mas khawatir dengan kondisi kesehatannya"', ucap mas Ferry sambil menggenggam jemariku.
"Ya mas itu pasti, Lena tidak bisa membayangkan kalau mamah tahu masalah ini", ucapku lemah.
Ketika aku sedang asik berbincang dengan mas Ferry mataku terpaku pada seseorang yang sepertinya aku kenal dan pernah lihat sebelumnya. Setelah aku ingat-ingat hatiku menjadi tidak karuan.
Aku melihat wanita kedua yang waktu itu datang ke rumah mencari Papap juga. Tapi wanita itu duduk berdua dengan laki laki entah siapanya wanita itu.
Aku sedikit penasaran, berpura pura ijin ke mas Ferry mau ke toilet, aku segera bergegas mendekati wanita itu yang kebetulan dia tidak menyadari kehadiranku. Aku mulai mendengar percakapan wanita dan laki-laki itu.
"Bagaimana rencana kita bakal berjalan dengan lancar tidak nih?" Tanya lelaki itu.
"Tenang semua sudah disusun dengan baik, selama ini pak Arya masih seperti burung perkutut dihadapan saya, pelan-pelan akan saya gerogoti uangnya.
Dan nanti Kalau anak hasil hubungan saya dengan pak Arya sudah besar akan saya suruh tuntut minta harta kekayaan bapaknya. Yang kaya raya itu, kamu tahu tidak rumahnya megah dan besar. Saya sangat memimpikan bisa tinggal di rumah gedong itu", ucap wanita itu penuh ambisi.
Mendengar percakapan mereka kepalaku semakin berputar aku berusaha berdiri dan berjalan menuju mas Ferry, ketika sampai di meja tubuhku sudah tidak tahan lemas sekali dan brukk tubuhku terjatuh persis di bawah kursi yang mas Ferry duduki.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
