A L E N A ( Episode ke 16 )
Ferry panik melihat istrinya jatuh tersungkur di lantai, dengan sigap setelah membayar di kasir Ferry langsung membopong istrinya ke dalam mobil dan tancap gas menuju ke klinik terdekat.
Wajah Ferry terlihat panik dan bingung melihat istrinya yang tiba-tiba pingsan. Sesampainya di klinik terdekat Ferry langsung membawa istrinya ke ruang IGD.
Perawat dengan cekatan memeriksa kondisi Lena. Sementara Ferry menunggu di luar ruangan, mau menghubungi kedua orangtuanya Lena, nanti bingung apa yang harus dia jelaskan kepada mereka. Setelah apa yang istrinya alami hari ini.
Kejadian hari ini membuat istrinya stress dan amat sangat sedih mengetahui keburukan Papapnya. Itulah yang membuat Ferry enggan menghubungi mereka. Terlebih Mamah pasti bakal banyak pertanyaan yang akan mamah tanyakan kepadanya.
Selang beberapa menit dokter keluar dari ruangan IGD, dan memanggil Ferry untuk segera menuju ruangannya.
"Bagaimana dok, kondisi istri saya, kenapa dia pingsan?" Tanya Ferry setelah berada di ruangan dokter dengan wajah yang sangat cemas.
"Kondisi istri bapak sungguh sangat lemah sekali, terutama saat ini dia sedang hamil muda", jawab dokter dengan wajah yang tenang.
"Hamil Dok, maksud Dokter istri saya sedang hamil?" Tanya Ferry penasaran dan merasa terkejut dengan penjelasan dokter.
"Betul pa, istri bapak sedang hamil dua bulan, memang bapak tidak tahu kalau istrinya sedang mengandung yaa?" Tanya dokter heran.
"Alhamdulillah terima kasih ya Allah akhirnya doaku dikabulkan istriku hamil", ucap Ferry sambil menutup wajahnya mengucapkan syukur.
"Terima kasih ya Dok atas informasinya, sekarang saya boleh menemui istri saya Dok?" Tanya Ferry penuh harap.
"Silahkan, istri anda sudah mengetahui kondisinya saat ini, tapi tolong dijaga dengan baik jangan sampai dia stress ya, karena usia tri mester pertama kehamilan itu sangat rentan terlebih kalau fisiknya lemah", ucap dokter mengingatkan Ferry.
"Baik Dok, insyaallah pesan dokter akan saya ingat terus", jawab Ferry sambil pamit untuk menemui istrinya.
Pelan-pelan Ferry membuka pintu kamar, terlihat istrinya sedang tertidur pulas, dia dekati Lena dan mencium kening istri tercintanya. Sehingga membuat Lena terbangun, setelah sadar suaminya berada di sampingnya Lena langsung memeluk suaminya dan menangis sejadi jadinya.
Lena masih teringat kejadian di rumah makan itu, percakapan antara wanita dan laki-laki itu membuat batinnya terguncang. Ferry yang tadinya mau mengucapkan selamat dan mengungkapkan kebahagiaannya atas kehamilan istrinya jadi urung. Dia bingung apa sebenarnya yang sudah terjadi dengan istrinya.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
