A L E N A ( Episode ke 19 )
Setelah dirawat beberapa hari di klinik akhirnya Lena diperbolehkan pulang, semakin hari kondisi Lena bukannya tambah membaik malah sebaliknya, miom yang bersarang di dalam tubuhnya begitu sangat menyiksanya.
Hampir setiap malam Lena tidak bisa tidur dengan nyaman. Tidurpun harus dalam kondisi duduk, kalau dibawa tiduran makan nafasnya akan terasa sesak
Sampai pada suatu hari, ketika Lena akan ke kamar mandi, kakinya terpeleset dan akhirnya terjatuh, pendarahanpun tidak dapat terelakkan, Ferry langsung membawa istrinya ke klinik terdekat.
Setelah diperiksa janin yang ada di dalam kandungan istrinya tidak dapat diselamatkan lagi, Lena mengalami keguguran diusia kandungan tiga bulan.
Dengan sangat terpaksa Ferry mengikhlaskan kepergian anak tercintanya, yang belum sempat dia lihat wajahnya seperti apa. Kekecewaan terlihat jelas di wajah ibunya Ferry yang mengharapkan segera menimang cucu kini hanya tinggal impian saja. Terlebih setelah operasi kuret, diputuskan untuk melakukan operasi pengangkatan miom.
Setelah operasi pengangkatan miom dilakukan, baru ketahuan kalau rahim Lena ternyata bermasalah, dokter kandungan menyarankan untuk segera mengangkat rahim Lena. Tentu saja ini membuat Lena, Ferry dan kedua orangtuanya sangat terkejut. Mengapa musibah datang sangat beruntun.
Belum lepas kehilangan bayi yang sangat diharapkan, baru saja Lena pulih setelah pasca operasi pengangkatan miom, kini kenyataan pahit harus ditelan mentah-mentah oleh keluarga tersebut. Harus mengikhlaskan rahim Lena diangkat.
Itu berarti pupus sudah Ferry akan memiliki anak darinya, tapi Ferry berusaha tetap memperlihatkan wajah yang tenang di depan istrinya, dan berusaha menghibur istrinya supaya tidak stress dengan apa yang baru saja menimpanya.
Tapi tidak dengan ibunya Ferry, dia tidak bisa menutupi kekecewaannya terhadap kondisi menantunya tersebut. Setelah peristiwa itu, sikap ibunya Lena sangat berubah, dan Lena bisa melihat perubahan itu. Hatinya mulai sedih dan sering mengurung diri di dalam kamarnya.
Suatu hari ketika Ferry mengajak Lena menginap di rumah orangtuanya, karena sedang acara keluarga, ketika Lena sedang duduk sendiri di teras depan rumah, ibunya Fery datang duduk menghampiri menantunya.
"Len, ibu begitu sangat mengharapkan bisa segera menimang cucu, ibu sudah semakin tua, ibu ingin sekali memiliki cucu dari Ferry. Tapi bagaimana mungkin, Ferry bisa memiliki anak dengan kondisi kamu seperti ini Len", ucap ibunya Ferry.
Mendengar ucapan ibunya Ferry, Lena begitu sedih dan merasa sangat terpojok, siapa yang menginginkan kondisiku seperti ini, tidak ada satupun wanita di dunia ini yang rahimnya mau diangkat kalau tidak bermasalah dengan rahimnya.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
