A L E N A ( Episode ke 24 )
Suasana di dalam kamar masih penuh dengan Isak tangis, sementara Papap yang melihat nik Minah meletakkan koper besar di teras bingung ada apa dengan putrinya, kemudian dia mencoba menemui putrinya ke dalam kamarnya. Ketika membuka pintu kamar betapa terkejutnya melihat dua wanita yang dia sayangi sedang menangis saling berpelukan.
"Mah, ada apa ini, kenapa kalian menangis seperti ini apa yang terjadi" tanya Papap merasa heran
"Lihatlah anak semata wayangnya pap, dia sedang merasakan karma dari perbuatan Papap selama ini terhadap mamah" jawab mamah sambil terisak
Lena mendengar ucapan Mamahnya merasa heran, kenapa mamah nya berkata seperti itu, apakah mamah sudah mengetahui kelakuan Papap selama ini.
"Apa maksud mamah, kenapa sebut-sebut ini sebagai karma atas perbuatan Papap, memang Papap salah apa?" Tanya Papap pura-pura tidak mengerti apa yang barusan diucapkan oleh istrinya.
"Sudahlah Pap, tidak usah berpura-pura tidak mengerti dengan ucapan Mamah,akui saja perbuatan Papap selama ini yang sering bermain dan selingkuh dengan beberapa wanita di luar sana", jawab mamah sedikit ketus
"Sebentar mah, jadi rupanya mamah selama ini sudah mengetahui perbuatan Papap yang sudah mengkhianati keluarga kita ya mah?" Tanya Lena penasaran dan jadi melupakan sejenak dengan permasalahan yang tengah dia hadapi.
"Kenapa Papap tidak menceraikan mamah saja, selama ini Papap sudah sering dan banyak membohongi mamah, dikiranya mamah tidak tahu perbuatan Papap selama ini mengumpulkan selir dengan wanita murahan itu", ucap mamah tanpa menghiraukan pertanyaan putrinyasambil terisak dan memeluk Lena.
"Maafkan Papap ya mah, tapi demi Allah Papap tidak akan pernah menceraikan mamah sampai kapanpun dan tidak akan pernah meninggalkan keluarga ini", ucap papap sambil berusaha mendekati kedua wanita yang dia sayangi selama ini.
"Terus ada apa sebenarnya dengan Lena, itu baju siapa yang ada di koper besar itu, siapa yang mau pergi dari rumah ini?" Tanya Papap heran
Lena kemudian menunjukkan video dan foto foto suaminya bersama wanita lain, betapa terkejutnya dan Papap marah besar terhadap Ferry. Dia jadi membenarkan ucapan istrinya karma tengah menghampiri putrinya karena perbuatannya.
Menantunya yang selama ini dia anggap orang baik-baik ternyata lelaki bejad, dia tidak terima putrinya telah disakiti oleh menantunya. Akan membuat perhitungan terhadap keluarga besannya.
Papap memeluk Lena, dan meminta maaf atas perbuatannya terhadap mamahnya berimbas pada putrinya sendiri. Tiba-tiba bik Minah bik Minah berteriak memanggil Lena dari luar.
"Non Lena, non ini den Ferry datang dan memaksa ingin masuk ke dalam, pingin ketemu dengan non Lena", ucap nik Minah
Ferry yang sudah berada di luar rumah merasa heran kenapa dia tidak boleh masuk, dan kenapa tas pakaian dia ada di teras apa maksudnya ini. Apa mungkin Lena sudah mengetahui peristiwa semalam yang dia alami, tapi dia tahu dari mana tentang kejadian semalam.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
