A L E N A ( Episode ke 29 )
Alena masih tertegun menerima lamaran Bayu, bayangan wajah Ferry kembali hadir menari-nari di pelupuk matanya. Alena jadi teringat waktu Ferry melamar dirinya begitu manisnya kenangan itu. Luka hatinya kembali menganga terbuka lebar. Rasanya sulit sekali untuk sembuh, dan kembali normal seperti dulu.
Lena yang dulu periang kini sudah tidak lagi, hatinya terlalu sakit ketika mengingat perlakuan mantan suaminya dan mantan ibu mertuanya yang begitu tega menyakiti hatinya. Lama Lena termenung, dia lupa ada lelaki dihadapannya yang sedang menunggu jawabannya.
"Bagaimana Len, maukah kamu menerima lamaranku?" Tanya Bayu hampir putus asa karena Lena tidak langsung menjawab pertanyaannya.
"Mas Bayu yakin melamar aku, dengan kondisi diri ini yang tidak sempurna, apa yang mas Bayu harapkan dari wanita yang tidak sempurna ini", jawab Lena merasa rendah diri
"Len, mas kenal kamu sudah lama, dua tahun waktu yang cukup untuk mengenal calon istri mas, kedua orang tua mas sudah sangat paham kondisi Lena saat ini. Insyaallah mereka menerima kondisi Lena apa adanya", jawab Bayu berusaha meyakinkan Lena.
'Benarkah yang mas ucapkan itu, tidak sedang membohongi Lena kan?" Tanya Lena matanya berusaha mencari kejujuran di mata Bayu.
"Apa yang mas katakan itu benar Len, mas berkata jujur, sekali lagi maukah Lena menjadi istri mas?" Ulang Bayu mengulang pertanyaannya untuk yang kedua kalinya.
Sambil menarik napas panjang Lena dengan perasaan yakin dia menjawab dengan menganggukan kepalanya kemudian menyodorkan jari manisnya yang menandakan dia bersedia dipakaikan cincin oleh Bayu.
Dengan hati yang berbunga-bunga lamarannya diterima, Bayu tidak membuang-buang kesempatan langsung memakaikan cincin di jari manisnya Lena. Kemudian mencium lembut tangan Lena sambil mengucapkan.
"Terima kasih sudah bersedia menerima lamaran mas, insyaallah mas janji akan selalu menjaga dan melindungi Istri mas, mas juga berjanji sampai kapanpun tidak akan pernah mempermasalahkan kondisi istri mas nanti.
"Benar apa yang diucapkan anaku Bayu nak Lena, anaku begitu sangat mencintai nak Lena, terimalah dia sebagai suamimu ya nak", ucap seseorang yang tiba-tiba muncul di hadapan mereka berdua.
Yuda tersenyum bahagia melihat kedua orang tua yang sangat dicintainya hadir berada di tengah-tengah mereka. Lena yang sedari tadi bingung dengan kehadiran orang tua yang tidak dia kenal tersebut.
"Len, kenalkan ini kedua orangtua mas, sengaja mas undang mereka untuk menyaksikan momen bersejarah ini," ucap Bayu sambil mengedipkan matanya ke arah Lena.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
