A L E N A ( Episode ke 32 )
Kehidupan Lena saat ini sudah mulai membaik, hatinya sudah mulai menerima Bayu secara utuh, karena kegigihan Bayu yang selalu memberikan perhatian lebih terhadapnya. Disisi lain ada Yoga yang menjadi pelipur laranya saat ini.
Yoga dan Bayu sudah berhasil merebut hatinya, Lena sudah menganggap Yogya seperti anak kandungnya sendiri. Hari ini Lena mendapat telpon dari Mamahnya yang menginginkan dirinya datang ke rumah karena ada yang mau disampaikan.
Lena berjanji akan datang sepulang suaminya dari kantor, setelah Bayu datang malamnya Lena dan Bayu meluncur ke rumah Mamahnya. Sudah hampir satu bulan Lena tidak mengunjungi mamah, mungkin mamah kangen dengannya.
Sesampainya Lena di rumah Mamah, rupanya Papap sedang ada tamu tapi Lena tidak mengenal siapa tamu Papap itu. Ketika mendengar putrinya sudah datang mamah langsung mengajak Lena dan Bayu ke ruang keluarga yang ada di lantai atas. Setelah sedikit basa basi mamah langsung menyampaikan sesuatu yang membuat Lena dan Bayu mengerutkan keningnya.
"Len, mamah cuma mau menyerahkan sertifikat rumah yang ada di puncak dan yang ada di Jalan Ahmad Yani, sertifikat ini tidak boleh jatuh ke tangan siapapun, karena ini hak kamu anak mamah satu-satunya", ucap mamah sambil menyerahkan kedua map yang berisikan sertifikat rumah.
"Mamah kenapa ko tiba-tiba menyerahkan sertifikat rumah pada Lena, memangnya mamah mau pergi ke mana?" Tanya Lena heran.
Sementara Bayu setelah mendengar percakapan antara Lena dan mamah mertuanya memilih untuk tidak berada di tengah tengah mereka. Dia mengajak Yoga bermain di anak tangga, ketika Bayu sedang bermain dengan Yoga, dia mendengarkan pembicaraan tamu dan Papap di lantai bawah.
"Pokoknya bapak harus bersikap adil memberikan salah satu harta bapak untuk saya sebagai anak laki-laki bapak satu-satunya", ucap laki-laki itu membuat Bayu sedikit melebarkan telinganya.
"Siapa sebetulnya lelaki yang menjadi tamu Papap, kenapa dia meminta haknya atas harta Papap?" Yoga bertanya pada dirinya sendiri.
"Kamu ngapain minta hak atas harta bapak, bukannya selama ini kebutuhan kamu dan ibu kamu sudah bapak penuhi setiap bulannya", jawab Papap kepada lelaki itu.
"Tapi itu belum seberapa pa, dibanding kekayaan bapak yang melimpah, saya minta rumah ini menjadi milik saya", ucap lelaki yang sekitar berusia 27 tahun itu.
"Kamu jangan macem-macem ya, ini rumah istri pertama bapak dan bapak tidak akan memberikan kepada siapapun, sudah kamu pulang sana nanti bapak lagi banyak urusan nanti bapak belikan rumah untuk ibu kamu", jawab Papap sambil berdiri mengusir tamu tersebut.
Dengan wajah kesal lelaki tersebut pergi sambil berkata.
"Baik saya pulang, saya tunggu janji bapak yang akan membelikan ibu rumah", ucap lelaki itu sambil keluar dari rumah.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
