A L E N A ( Episode ke 37 )
Rumah duka masih ramai dengan orang yang sedang takziah, semua sanak famili baik dari keluarga mamah maupun Papap semuanya datang dan membantu proses penguburan jenazah. Ada yang membantu memasak di dapur untuk memberi makan yang sedang menggali kuburan. Ada yang sedang membuat surat undangan untuk solat jenazah.
Sementara Papap sibuk menemui para kolega yang datang melayat, sedangkan Lena kondisinya masih lemah beberapa kali jatuh pingsan. Bayu sibuk mengarahkan para tetangga yang sedang membantu di rumah duka. Sehingga dia tidak menyadari kehadiran Ferry datang untuk takziah.
Ferry datang dengan kedua orangtuanya sementara istrinya tidak terlihat, dari semenjak datang Ferry memperhatikan kondisi Lena yang begitu lemah, dia begitu khawatir melihat kondisi mantan istrinya. Dia berusaha mendekati Lena yang sedang duduk terkulai lemah di dekat jenazah mamahnya.
Beberapa famili nya sedang berusaha menenangkan Lena, setelah Ferry duduk dekat dengan Lena, mereka pergi meninggalkan Lena dan mengerjakan yang lainnya. Merasa memiliki kesempatan untuk memberikan sedikit perhatian pada mantan istrinya. Ferry berupaya mendekati Lena.
"Yang sabar ya Len, ikhlaskan kepergian mamah, mungkin ini yang terbaik untuk mamah. Hanya kiriman doa yang mamah butuhkan saat ini", ucap Ferry sambil mengelus elus kepala Lena. Kondisi Lena masih setengah sadar dan masih sangat lemah sehingga tidak menyadari kalau yang sedang duduk bersamanya itu adalah mantan suaminya.
Bayu yang tadinya sedang sibuk sendiri mengurusi segala urusan persiapan proses penguburan mamah jadi sedikit terganggu melihat kehadiran Ferry ada di dalam rumah ini. Hatinya mulai terbakar api cemburu. Walaupun dia faham istrinya tidak menyadari akan kehadiran Ferry ada di sisinya saat ini.
Setelah semua urusan tentang penguburan di cek sudah beres semuanya, jenazah akan segera dimandikan oleh beberapa ibu-ibu yang sudah biasa memandikan jenazah. Bayu langsung menghampiri Ferry yang tengah bebas mengelus-elus rambut istrinya. Dengan sedikit kasar dan didorong oleh rasa cemburu Bayu menarik tangan Ferry sehingga membuat Ferry terkejut melihat kedatangan Bayu secara tiba-tiba.
"Apa yang sedang kamu lakukan terhadap istri saya, jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan pergi dari sini jauhi Lena, kalau dia tau tentang keberadaan kamu di sini dia tidak akan sudi melihat wajahmu", ucap Bayu penuh dengan kemarahan.
Ferry tidak banyak melawan dia hanya diam dan langsung pergi menjauh dari hadapan Lena. Petugas yang hendak memandikan jenazah bersiap-siap mempersiapkan segala sesuatunya untuk memandikan jenazah. Bayu segera membopong tubuh istrinya yang sedang pingsan dan segera membawa istrinya ke dalam kamar kemudian memerintahkan adik sepupunya untuk menjaga istrinya.
Sementara wanita yang berada di ujung jalan yang sedari tadi memperhatikan rumah duka, masih terus mengamati Pak Arya yang tengah dirundung duka karena ditinggal pergi oleh istrinya untuk selamanya. Satu penghalang sudah pergi dan tidak akan pernah bisa mengganggunya lagi.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
