A L E N A ( Episode ke 40 )
Esoknya Lena dan Bayu meluncur ke rumah istri sirihnya Papap yang rumahnya lumayan jauh sekitar 2 jam. Dengan perasaan tidak menentu selama perjalanan Lena terus menerus memanjatkan doa, berharap hari ini bisa bertemu dengan Papap nya.
Setelah dua jam perjalanan ditempuh akhirnya sampai juga di rumah yang dituju. Sebelum Lena turun dari mobil, Bayu menahan Lena supaya tidak turun dulu, dia ingin mengamati rumah itu dari kejauhan.
"Dik, sebaiknya kita jangan turun dulu, kita amati gerak gerik yang ada di rumah itu, kalau sekiranya ada titik terang Papap ada di dalam rumah itu baru kita masuk", saran Bayu kepada istrinya.
"Baiklah mas, aku manut saja gimana baiknya, kita amati rumah itu dari dalam mobil", jawab Lena.
Sekitar lima belas menit Lena dan Bayu menunggu di dalam mobil, tiba-tiba istri Papap keluar sambil menuntun seseorang dan orang yang dituntun itu tidak salah lagi Papap ada di rumah ini.
"Mas, lihat itu Papap sedang dituntun oleh istrinya, yuk mas kita langsung samperin saja kita jemput Papap", ucap Lena sambil membuka pintu mobil.
"Huss sabar jangan grasak grusuk dulu, kita amati sebentar, apa yang Papap lakukan di rumah ini", ucap Bayu sambil memegang tangan Lena supaya tidak keluar dari dalam mobil.
"Kita amati dulu apa yang mereka lakukan terhadap Papap, kenapa bisa ada di sini, yang penting kita sudah tahu keberadaan Papap saat ini ada di rumah itu", lanjut Bayu berusaha menenangkan istrinya.
"Baiklah mas, aku ikut mas saja, yang penting aku sudah mulai tenang Papap sudah aku temukan", ucap Lena.
Tidak lama Joni keluar dari dalam rumah, dan terlihat seperti membawa secarik kertas kemudian duduk di dekat Papap, sedangkan Papap matanya terlihat kosong pandangannya. Lena mulai sedikit agak curiga kertas apa yang sedang disodorkan kepada Papap itu.
"Mas, aku ko tidak enak perasaan, coba lihat lelaki yang bernama Joni itu, dia yang waktu itu datang ke rumah yang pernah marah marah sama Papap menuntut rumah mamah", ucap Lena
"Ya mas masih ingat melihat wajahnya, baiklah sebelum terlambat kita langsung turun dan mencari tahu apa yang disodorkan oleh Joni kepada Papap", sahut Bayu sambil membuka pintu mobil.
Assalamualaikum ya Allah Papap, Lena sudah bingung mencari Papap di mana mana, ternyata Papap ada di sini rupanya", ucap Lena sambil memeluk Papap nya.
Joni, dan ibunya terhenyak melihat kedatangan Bayu dan Lena secara tiba-tiba, apa yang akan direncanakannya akan bubar semua kalau Lena keburu datang dan pasti menjemput Papapnya pulang.
Sementara Deni yang sudah sempat berhasil meminta tanda tangan pak Arya pada saat memberikan makan di dalam kamar mulai tersenyum puas dengan apa yang sudah dia perolehannya. Tanda tangan tersebut akan dia sulap menjadi dokumen paling penting dalam kehidupannya kelak.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
