Ketukan Pintu Kamar Hotel di Tengah Malam
Malam itu Ria dan Sany baru saja sampai di hotel tempat dia akan bermalam karena akan menghadiri suatu acara di hotel ini esok pagi.
Perjalanan yang amat sangat melelahkan karena hujan deras dan macet di mana-mana. Hampir tiga jam mereka berputar putar mencari lokasi hotel.
Karena hujan deras dan macet belum lagi di tol tadi ada kecelakaan lalulintas, jadi terjadi kemacetan yang cukup panjang tadi. Sampai salat ashar hampir saja terlewat. Untungnya setelah keluar tol sempat menemukan pom bensin yang ada musolah nya.
Setelah cek in dan mendapatkan kunci kamar, Ria dan Sany mendapatkan kamar di lantai 10, setelah memasuki lift untuk menuju kamar, sesampainya di lantai 10 Ria merasakan lorong di lantai 10 ini seperti aroma ruang yang masih baru.
Tercium dari aroma cat dindingnya, dan warnanya masih fresh karena baru di cat. Setelah menemukan kamar yang dituju, mereka masuk dengan mengawali salam terlebih dahulu.
Sany langsung membereskan pakaian yang ada di dalam tasnya dan memasukkan ke dalam lemari kamar hotel.
Karena lelah setelah mengemudi di tengah kemacetan Ria dan Sany memutuskan untuk langsung tidur dan dalam hitungan menit mereka langsung tertidur pulas.
Sekitar pukul satu malam terdengar ketukan pintu. Ria yang samar-samar mendengar ketukan pintu tersebut dengan setengah sadar membuka pintu kamar.
Ternyata ada seseorang yang wajahnya agak sedikit pucat menanyakan tentang nomor kamar yang dia tempati. Orang tersebut menyodorkan pintu kamar dengan nomor yang sama. Kemudian Ria menjelaskan kalau ini kamar yang kuncinya diberikan oleh petugas resepsionis.
Akhirnya orang tersebut pergi tanpa berkata apa-apa lagi, setelah menutup pintu kamar Ria kembali tertidur. Selang beberapa menit terdengar lagi suara ketukan pintu kali ini yang membuka pintu Sany.
Dengan mata yang masih ngantuk Sany membuka pintu dan mendapati wanita dengan wajah yang agak lusuh menanyakan nomor kamar yang dia tempati.
Sany menjelaskan kalau kamar ini nomor 1002. Tidak lama wanita berwajah lusuh tersebut menunjukkan kartu kunci kamar yang sama.
Kemudian Sany dengan santai tanpa ada rasa curiga sedikitpun menyarankan untuk menghubungi resepsionis dan meminta kunci kamar nomor yang lain. Esok paginya Ria menceritakan tentang seseorang yang mengetuk pintu sekitar jam satu malam kepada Sany dan menceritakan tujuan orang tersebut.
Sany merasa bingung, kenapa kejadian yang dialami Ria sama dengan yang dia alami semalam, lalu Sany menceritakan juga peristiwa semalam membuka pintu tengah malam dengan menanyakan hal yang sama. Kemudian mereka berdua saling berpandangan, dan saling bertanya siapa kira-kira yang datang ke kamar mereka.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
