Ketukan Pintu Kamar Hotel di Tengah Malam ( 4 )
Selama mengikuti materi di aula, Ria tidak fokus mengikuti materinya. Pikirannya terus menerus mengingat ucapan dari petugas resepsionis itu.
Sekitar pukul sepuluh malam acara baru selesai dan rencananya penutupan kegiatan baru besok pagi ditutupnya. Berarti malam ini masih harus tidur di hotel ini, kemudian Ria sedikit berbisik kepada Sany.
"Dan gimana kalau malam ini kita minta pindah kamar saja ke resepsionis, biar kita bisa tidur dengan tenang malam ini", ucap Ria pada Sany.
"Wah ide bagus juga tuh, sebaiknya sebelum kita naik ke atas kita langsung ke resepsionis saja yuk", ajak Sany penuh semangat.
"Oke deh", jawab Ria sambil mengacungkan jempol nya
Setelah keluar dari aula mereka langsung menemui petugas resepsionis dan menyampaikan keinginannya untuk minta pindah kamar untuk malam ini.
"Mbak kami malam ini berencana pindah kamar ke kamar lain bisakan mbak, kami tidak mau malam ini tidur kami terganggu lagi oleh suara yang tidak jelas", ucap Sany kepada petugas resepsionis.
"Waduh maaf mbak malam ini kebetulan semua kamar sudah terisi semua, karena memang lagi banyak yang memakai hotel ini untuk kegiatan, dan saya pastikan dan saya pastikan malam ini tidak ada gangguan lagi," jawab petugas resepsionis itu sambil tersenyum ramah.
Mendengar penjelasan dari petugas resepsionis itu Sany dan Ria saling berpandangan dan terlihat sekali wajah kecewanya. Kemudian mereka meninggalkan lobi dan langsung menuju lift untuk naik ke lantai 10.
Setelah sampai kamar Ria dan Sany langsung mengambil air wudhu untuk menjalankan salat isya. Setelah selesai menunaikan shalat isya mereka bersiap siap untuk tidur.
Tapi sebelumnya mereka berkemas-kemas memasukkan pakaian ke dalam tas kopernya karena besok pagi setelah penutupan kegiatan langsung cek out dan langsung pulang.
"San, semoga malam ini tidak ada lagi yang mengganggu tidur kita lagi ya", ucap Ria.
"Iya betul semoga saja, dan kalaupun ada yang mengetuk pintu kamar kita lagi jangan sekali kali kita buka pintunya", ucap Ria sambil sesekali mengelus elus lehernya yang mulai meremang.
"Sekarang sudah jam berapa Dan?" Tanya Ria
"Hampir jam dua belas", jawab Sany sambil melihat gawainya.
"Kamu sudah bereskan masukkan pakaian ke dalam tasnya, sebaiknya kita langsung tidur saja yuk", ajak Sany
"Ya sudah hayu kita tidur, jangan lupa kita baca doa dulu sebelum tidur, semoga Allah melindungi kita dari makhluk tak kasat mata malam ini", ucap Ria
"Iiih kamu nih ya, bikin aku merinding saja mendengarnya", sahut Sany sambil mengelus elus bahunya merasakan sesuatu yang tidak nyaman di dalam kamar ini.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
