Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ketukan Pintu Kamar Hotel di Tengah Malam ( 5 )

Ketukan Pintu Kamar Hotel di Tengah Malam ( 5 )

Malam terasa sangat sunyi dan terasa mencekam, Ria dan Sany terbawa oleh perasaannya masing-masing. Setiap ada suara yang mencurigakan mereka saling mendekap dan berpegangan tangan Sangat erat. Rasa takut mereka khawatir ada ketukkan pintu begitu terlihat.

Matanya susah untuk dipejamkan, ketika mereka sedang dilanda rasa takut tiba-tiba praaang ada suara benda terjatuh, suaranya terdengar persis dari luar kamar mereka. Ria dan Sany saling berpandangan tanpa keluar kata sepatah katapun, hanya mata mereka yang saling berpandangan.

"Ria suara apaan tuh, seperti benda piring beling terjatuh ya", ucap Sany setengah berbisik.

"Iya betul, seperti suara piring pecah, tapi ko aneh siapa malam-malam begini membawa piring ke koridor kamar?" Tanya Ria penasaran

"Apa mungkin pelayan hotel, tapi rasanya jam segini bukan jam pelayanan hotel ke dalam kamar deh", ucap Sany setengah bingung.

"Kita keluar yuk cari tahu suara apa itu yang jatuh", ajak Ria.

"Jangan gila kamu, lihat jam berapa ini sudah jam satu malam, abaikan saja suara itu tidak usah dihiraukan", saran Sany sedikit sewot

Tidak lama masih dengan suasana mencekam di dalam kamar, tiba tiba terdengar lagi suara benda jatuh kali ini seperti suara besi yang jatuh "kluntraaaaaang" lagi-lagi Ria dan Sany saling berpandangan sambil saling berpelukan.

"Ria, ini suara sudah ga bener ini, bukan yang sewajarnya, sebaiknya kita telpon resepsionis untuk mengecek apa yang terjadi di depan kamar kita", saran Sany setengah berbisik.

"Coba kamu yang menelpon resepsionis nya, saya ga berani dan", sahut Ria sambil masih memegang tangan Sany.

"Gimana saya bisa nelpon, kalau tangan saya masih dipegangin sama kamu", jawab Sany sambil tersenyum.

Spontan Ria melepaskan tangannya Sany sambil tersenyum. Baru saja Sany mau memegang gagang telepon kamar tiba-tiba terdengar suara dering telepon kamarnya. "Kriiiiiiiing..kriiiiiing" Sontak membuat Sany terhentak kaget dan langsung melompat ke atas tempat tidur.

Begitu juga dengan Ria, langsung memeluk guling sambil terus mendengarkan suara dering telepon sampai berhenti sendiri.

"Saan, siapa itu yang barusan menelpon kamar kita ya, duh kenapa jadi semakin menegangkan seperti ini sih", ucap Ria dengan wajah ketakutan.

"Entahlah saya sendiri bingung siapa juga malam-malam begini yang menelpon kamar kita, apakah petugas resepsionis yang barusan menelpon kita ya?" Tanya Sany penasaran.

Belum hilang rasa penasaran mereka, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu kamar, dan terdengar suara seseorang memanggil nama mereka.

"Sanyyyy...Riaaaa, buka pintunya" suaranya terdengar sangat menyeramkan diringi dengan desahan nafas yang berat, membuat wajah keduanya semakin pucat.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post