Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ketukan Pintu Kamar Hotel di Tengah Malam ( 7 )

Ketukan Pintu Kamar Hotel di Tengah Malam ( 7 )

Di tengah kepanikan dan rasa takut yang luar biasa, suasana kamar semakin mencekam. Sany dan Ria terus merapal doa yang mereka bisa suaranya semakin keras agar terdengar oleh makhluk tak kasat mata tersebut.

Sepuluh menit suasana mencekam berlangsung, lama kelamaan suara itu perlahan lahan menghilang dan kini suasana kamar sepi dan sunyi tidak terdengar suara apapun. Akhirnya dengan terpaksa Sany dan Ria memutuskan untuk keluar dari kamar dan segera membereskan pakaiannya dimasukkan ke dalam tas.

"San, apapun yang terjadi di luar kamar disaat kita keluar dari kamar ini, bismillah kita hadapi bersama ya", ucap Ria sambil menutup tas pakaiannya.

"Ya betul apapun yang terjadi kita terus merapal doa untuk mengusir makhluk tak kasat mata yang mengganggu kita", lanjut Sany.

Dengan mengucapkan bismillah, Sany perlahan lahan membuka pintu kamar hotel, setelah dirasa cukup aman, Sany memberi kode kepada sahabatnya untuk segera mengikutinya dari belakang. Ria dengan perasaan tidak menentu terus berjalan menyusuri lorong koridor hotel dengan suasana yang sunyi senyap.

Tidak satupun orang atau penghuni hotel keluar dari kamarnya, ketika melirik jam rupanya sudah jam tiga. Ketika mereka sudah berada di dalam lift untuk menuju lantai bawah. Tercium aroma bunga melati yang sangat menyengat.

Ria dan Sany saling berpandangan dan mulai perpegangan tangan, selain aroma bunga melati yang tercium, tiba-tiba angin mulai mulai berhembus terasa sangat dingin membuat bulu kuduk mereka berdiri. Dengan tanpa henti keduanya terus merapal doa selama di dalam lift.

Tiba-tiba lampu lift padam, sehingga ruangan lift gelap gulita tapi anehnya mesin lift tetap berjalan. Ria sudah tidak tahan dia menjerit histeris sejadi-jadinya, membuat Sany menjadi Panik bingung apa yang harus dia lakukan untuk menenangkan sahabatnya.

Tiba-tiba lampu lift menyala kembali berbarengan dengan pintu lift terbuka dengan sendirinya, tapi alangkah terkejutnya Sany dan Ria Setelah lampu lift menyala, tiba-tiba ada sosok wanita berbaju putih dengan rambut terurai panjang dengan posisi membelakangi mereka.

Karena pintu lift sudah terbuka, tanpa aba-aba Sany langsung menarik tangan Ria keluar dari dalam lift dan segera berlari sekencang kencangnya untuk segera meninggalkan makhluk yang seperti kuntilanak itu.

Sesampainya di lobi, pelayan hotel segera menolong Sany dan Ria yang terlihat wajahnya sangat pucat dan terlihat ketakutan. Setelah di rasa aman keduanya malah jatuh pingsan tidak sadarkan diri.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post