Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Ketukan Pintu Kamar Hotel di Tengah Malam ( 8 )

Ketukan Pintu Kamar Hotel di Tengah Malam ( 8 )

Karena wajah keduanya terlihat pucat, dan belum sadar juga akhirnya pihak hotel segera menghubungi ketua panitia pelaksana kegiatan yang dihadiri oleh kedua gadis tersebut.

Setelah berhasil dihubungi pak Johan langsung menghampiri Sany dan Ria. Tanpa basa-basi lagi pa Johan memerintahkan pelayan hotel untuk membantunya membawa ke klinik terdekat.

Dengan dibantu oleh beberapa pelayan hotel Ria dan Sany dibawa ke klinik terdekat, sesampainya di klinik mereka langsung ditangani oleh petugas medis.

Pa Johan dengan setia menunggu di depan ruang IGD sambil sesekali menelpon beberapa karyawannya untuk mengkondisikan kepulangan Sany dan Ria ke rumahnya.

Setelah tiga puluh menit berlalu dokter keluar dari ruangan IGD, pa Johan langsung menghampiri dokter dan menanyakan kondisi kedua karyawannya tersebut. Dokter menjelaskan.

"Kedua pasien mengalami trauma berat seperti baru melihat sesuatu yang menakutkan, tapi mereka sekarang sudah sadar dan bisa dijenguk", jelas dokter.Pa Johan sedikit mengerutkan dahinya.

"Apa yang terjadi dengan Sany dan Ria mengapa sampai seperti itu, apa di dalam kamar hotelnya ada yang mengganggunya. Ach sebaiknya saya tanyakan langsung kepada mereka", ucap Johan dalam hatinya.

Setelah pa Johan memasuki ruangan IGD, Sany dan Ria terlihat tersenyum melihat kedatangan atasannya.

"Apa yang terjadi dengan kami pa, kenapa kami bisa berada di sini?" Tanya Sany

"Justru saya yang masih bertanya kepada kalian berdua, ada dengan kalian kenapa kalian berdua kompak tidak sadarkan diri di lobi hotel", tanya pak Johan penasaran.

Akhirnya Sany menceritakan semuanya dari awal sampai akhir peristiwa yang sudah mereka alami selama di dalam kamar hotel. Pak Johan merasa merinding mendengar cerita dari Sany.

"Terus sudah tahu kamar yang kalian tempati itu bermasalah Ken tidak minta ganti kamar saja ke petugas resepsionis?" Tanya pak Johan

"Sudah pa di malam ke dua tapi kata petugas resepsionis kamar hotel sudah full terisi semua oleh tamu", jawab Ria

"Harusnya kalian nelpon saya, akan saya Carikan solusi dengan satu kamar dengan teman kantor yang lain misalnya", jawab pak Johan.

"Ya pa, kami tidak berani menelpon bapak untuk minta tolong supaya kami bisa pindah kamar, sekarang yang terpenting kami sudah bisa lepas dari makhluk tak kasat mata itu pa, terima kasih sudah membawa kami ke klinik ini", jawab Ria

"Baiklah kalau begitu bapak pulang dulu, nanti ada Tio yang akan menjemput kalian dan langsung mengantarkan kalian pulang ke rumah, bapak pulang dulu ya", ucap pak Johan sambil berpamitan dan membereskan administrasi di klinik.

Ria dan Sany tersenyum bahagia karena bisa lepas dari gangguan makhluk halus di dalam kamar hotel. Sambil menunggu Tio datang yang katanya sudah dalam perjalanan menuju klinik. Ria dan Sany karena merasa sudah agak segar mereka keluar dari kamar IGD dan menunggu Tio di depan klinik.

Ketika Ria hendak keluar ruangan dan melewati tempat tidur yang pasiennya sepertinya tidak sadarkan diri, tiba tiba tangan pasien yang sedang tidak sadar tersebut memegang tangan Ria, sontak saja Ria menjerit memanggil Sany membuat seisi ruangan IGD melihat ke arah Ria semua.

S E L E S A I

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post