Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Misteri Kematian Dara ( 2 )

Misteri Kematian Dara ( 2 )

Sesampainya Tio di depan kelas tersebut, dengan mata kepala sendiri Tio melihat gadis itu sudah mulai naik kursi dan menjulurkan lehernya ke tali yang sudah terikat tersebut.

"Hei apa yang akan kamu lakukan, jangan nekat kamu. Hentikan kamu tidak boleh melakukan yang dilarang oleh agama Islam", ucap Tio mencoba mencegah perbuatan siswi yang tidak dia kenal sebelumnya.

Siswi tersebut menoleh ke arah Tio dan membalas ucapan Tio hanya dengan sebuah senyuman. Ketika Tio melihat wajah siswi tersebut bulu kuduknya mulai meremang. Kenapa wajah anak itu terlihat pucat sekali. Jangan-jangan dia bukan manusia yang sesungguhnya, Tio langsung melihat kembali ke arah gadis itu.

"Ka..aku ada di sini", ucap gadis itu lirih membuat Tio jadi terkejut.

Tio mencari sumber suara, rupanya gadis itu sudah menghilang entah kemana, ketika matanya mengelilingi lingkungan sekitar, betapa terkejutnya Tio rupanya gadis itu sudah berada di dinding depan kelas dengan posisi berdiri di atas tembok pembatas. Dengan gerakan secepat kilat gadis itu melompat dari ketinggian lantai tiga.

Aku pun berteriak dengan sangat keras dan melihat ke bawah, anehnya, tidak ada siswi yang tadi terjatuh. Badanku terasa sangat dingin, bulu kudukku seluruhnya berdiri dengan cepat. Aku sudah tidak peduli lagi dan tidak berusaha mencari di mana siswi yang jatuh ke lantai bawah.

Aku memutar badan untuk mengambil tas yang ada di ruangan laboratorium untuk pulang. Namun, Tio baru menyadari kondisi sekolah sudah sepi tidak ada siswa siswi satupun yang berada di sekolah. Padahal tadi masih ramai dengan anak-anak ekskul.

Ketika Tio hendak ke parkiran motor, dia melihat wanita dengan baju pramuka dengan rambut terikat melihat ke arahku, sedang duduk di anak tangga. Wajahnya sangat pucat dengan mata hitam seluruhnya. Ia pun berbicara padaku.

"Sedang apa kaka ada disekolah jam segini?"

"Maukah Kaka menolong aku?" tolong bantu aku mengikat tali ini di sini," ucapnya sambil menunjukan bagian lehernya yang berwarna ungu kehitaman.

Melihat pemandangan yang tidak enak dipandang itu, Tio baru sadar kalau dia sedang diganggu oleh penghuni sekolah ini. Tanpa basa basi, Tio pun berlari turun dari lantai yg tiga menuju lantai dasar meninggalkan gadis misterius itu.

Ketika Tio sudah berada di lantai bawah, suara gadis itu masih terdengar oleh Tio, kali ini dia memohon suatu kepada Tio.

"Ka tolong aku, hanya Kaka yang bisa menolong aku, karena Kaka satu-satunya yang bisa melihat keberadaan aku", suara itu terdengar sangat lirih dan memelas.

Kali ini hanya terdengar suaranya saja tanpa wujud, mendengar suara itu Tio jadi merasa iba dan penasaran, apa yang sebenarnya terjadi dengan gadis itu, dia harus mencari tau apa yang membuatnya sampai meninggal dan menjadi arwah penasaran.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post