Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Misteri Kematian Dara ( 3 )

Misteri Kematian Dara ( 3 )

Sesampainya di rumah malamnya Tio tidak bisa tidur, wajah hantu'gadis di sekolah itu terus saja membayanginya. Tio penasaran siapa sebenarnya gadis itu wajahnya belum pernah melihat sebelumnya, dan Kenapa dia sampai bunuh diri di sekolah.

Sambil tiduran di kamarnya otaknya terus berputar untuk menyelidiki siapa sebenarnya gadis tersebut. Besok Tio akan coba menanyakan dengan mang Udin, penjaga sekolah. Semoga lewat mang Udin ada sedikit informasi yang bisa diperolehnya.

Yang Tio tahu mang Udin itu sudah puluhan tahun bekerja di sekolahnya, jadi sedikit banyak pasti tahu setiap peristiwa yang terjadi di sekolahnya.

Lama kelamaan karena ngantuk akhirnya Tio tertidur juga. Ditengah-tengah tidurnya Tio bermimpi didatangi gadis hantu tersebut. Dia datang masuk ke dalam kamar dengan wajah pucatnya dan lehernya terlihat lebam merah ke unguan.

"Tio..bantu aku, tolong aku, hanya kamu yang bisa membantu saya", rintih gadis itu sambil melihat Tio dengan wajah memelas.

"Sebenarnya kamu ini siapa, siapa yang sudah menyakiti kamu, hingga kamu seperti ini", tanya Tio

Belum sempat menjawab gadis itu menghilang, dan tidak lama terdengar ketukan pintu mamah memanggil manggil namanya.

"Tio, Tio bangun nak, sudah subuh hayo solat subuh dulu nak", teriak mamah membangunkan Tio dari tidurnya.

Tio tersentak kaget dan langsung terbangun mendengar teriakkan mamahnya, hatinya berguman.

"Halah gara gara sebelum tidur memikirkan gadis hantu itu, aku jadi kesiangan bangunnya, biasanya kalau ada suara azan Subuh aku langsung bangun dan langsung mengambil air wudhu untuk solat berjamaah di masjid.

Setelah selesai solat subuh, Tio bergegas mandi dan bersiap diri untuk berangkat ke sekolah, karena buru-buru Tio langsung pamit pada mamahnya.

"Eits anak mamah mau kemana, buru-buru amat berangkatnya, sarapan dulu sebelum berangkat, mamah sudah masak nasi goreng seafood spesial kesukaan kamu nak, masa tidak mau dimakan",

"Duduk dulu makan sebentar", celoteh mamah panjang lebar sambil menarik tangan Tio sampai duduk di kursi makan.

Kalau sudah seperti ini tidak ada yang bisa menolak keinginan mamah, Tio hanya bisa manut dan langsung makan sekedarnya saja yang penting menuruti perintah mamah. Masakan mamah memang tiada duanya maknyus rasanya dan yang pasti selalu bikin nagih.

Sambil mencium punggung tangan mamah nya Tio langsung pamit dan pergi berangkat ke sekolah dengan motor kesayangannya. Selama di perjalanan menuju sekolah Tio berencana kalau sekolah masih sepi dia akan menemui mang Udin dulu sebelum dia masuk kelas.

Hanya butuh waktu lima belas menit karena jalanan masih sepi belum terlalu ramai dengan pengguna jalan. Kesiangan sedikit saja pasti akan kesiangan masuk ke sekolah nya, kalau jalanan sudah ramai dan pastinya kejebak macet.

Sesampainya di sekolah, belum banyak siswa yang datang, Tio langsung menuju rumah mang Udin yang berada di belakang gedung sekolah. Sesampainya di rumah mang Udin, terlihat istrinya sedang menjemur pakaian.

"Assalamualaikum Bi Tinah, mang Udin nya ada Bi?" Tanya Tio ramah.

"Waalaikum salam aih Tio, tumben pagi pagi sudah ada di sekolah, terus kenapa langsung nyari mang Udin ada apa ya?" Tanya Bi Tinah penasaran.

"Tidak ada yang penting sih Bi, cuma pengen ngobrol sebentar saja dengan mang Udin", jawab Tio.

"Ada apa nak Tio, jam segini sudah nyari Mamang?" Tanya mang Udin dengan suara beratnya muncul dari dalam rumah.

Sementara Bi Tinah masuk ke dalam rumah melanjutkan pekerjaan di dapur, setelah dirasa aman tidak ada orang lain lagi selain dirinya dan mang Udin. Tio mulai menjelaskan maksud dan tujuannya.

"Mang saya mau menanyakan apakah di gedung sekolah ini dulu pernah ada siswi yang bunuh diri mang?" Tanya Tio sambil mencoba mencari jawaban di wajah mang Udin.

Sementara mang Udin sedikit mengernyitkan dahinya setelah mendengar pertanyaan Tio, dia tidak menyangka sama sekali kalau Tio akan bertanya seperti itu kepadanya, dari mana Tio tau tentang peristiwa yang tragis itu.

Bersambung.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post