Misteri Kematian Dara ( 5 )
Agung yang sedari tadi memperhatikan sahabatnya mulai gerah dan langsung menepuk pundak Tio.
"Hei Lo kenapa sih dari tadi bengong mukanya kaya baru lihat cewek cantik saja", ucap Agung sambil menepuk pundak Tio.
Tio akhirnya tersadar dengan apa yang terjadi dengan dirinya, setelah berhasil menguasai diri, Tio berpura pura bersikap wajar. Walaupun hatinya gelisah tidak karuan.
"Kenapa kebetulan sekali wajah murid baru itu mirip sekali dengan hantu yang aku lihat kemarin", guman Tio dalam hatinya.
Bel istirahat berbunyi semua siswa siswi yang ada di kelas seperti dikomando keluar menuju kantin. Agung mengajak Tio untuk ke kantin tapi Tio menolak dengan alasan masih kenyang. Padahal dia berencana ingin menemui mang Udin. Setelah Agung pergi ke kantin Tio langsung menuju rumah mang Udin.
Tapi rupanya mang Udin kalau jam segini sedang sibuk membersihkan gedung sekolah, setiap lorong dia telusuri mencari sosok mang Udin. Setelah ketemu rupanya mang Udin sedang berada di taman sedang membenahi tanaman sekolah.
"Mang lagi sibuk ya?" Tanya Tio sambil jongkok menemani mang Udin.
"Eeh Tio, yaah beginilah kerjaan mamang setiap harinya, dari pagi sampai menjelang magrib ketika semua siswa dan guru pulang baru mamang bisa istirahat", jawab mang Udin sambil sesekali mengelap peluh di dahinya.
"Kapan kita bisa ngobrol tentang masalah yang tadi pagi aku tanyakan ke mang Udin itu?" Tanya Tio mulai ke pokok permasalahan.
"Duh iya ya, kapan ya, kalau mau sepulang sekolah temui mang Udin di taman ini ya, mamang akan menjawab pertanyaan Tio dan menceritakan semuanya", jawab mang Udin.
"Baiklah kalau begitu aku ke kantin dulu ya mang", jawab Tio sambil tersenyum.
Setelah Tio pergi mang Udin terlihat bingung, dan bertanya kepada diri sendiri.
"Kenapa anak itu ingin tahu masalah tentang gadis penunggu gedung sekolah ini, apa mungkin dia diganggu oleh gadis itu", guman mang Udin
Ingatan mang Udin kembali terkenang pada peristiwa yang mengenaskan puluhan tahun silam, sore itu Dara siswi yang paling cantik di sekolah ini pada masanya, sedang mengikuti ekskul marching band, Dara sosok gadis yang periang, baik hati dan tidak sombong. Dara merupakan murid idola bagi teman teman cowoknya.
Banyak teman-teman ceweknya yang iri terhadap Dara, selain cantik dia juga pintar dan selalu jadi bintang kelas. Hampir semua guru mengenal dan menyukainya. Sampai akhirnya peristiwa naas itu terjadi.
Ketika mang Udin sedang duduk termenung mengingat kembali ingatannya puluhan tahun silam, tiba-tiba ada siswi cantik menyapanya.
"Mang maaf saya murid baru di sekolah ini, mau bertanya kalau ruang perpustakaan sekolah ini di mana ya tempatnya?" Tanya Wina.
Ketika melihat wajah Wina, mang Udin berubah wajahnya menjadi pucat dan terlihat ketakutan,
"Dar..Daraaaa?" Ucap mang Udin terbata bata
Tanpa menjawab pertanyaan Wina mang Udin berlari kocar kacir membuat Wina jadi bingung melihat sikap OB tersebut.
"Dara, siapa Dara kenapa OB itu menyebut Dara kepada saya?" Ucap Wina bingung
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
