Misteri Kematian Dara ( 12 )
Ketika Tio dan Wina sedang dalam suasana tegang, karena terlalu serius melihat bercak darah yang ada di foto Dara. Mereka dikagetkan oleh suara bik Sumi yang mengantarkan minuman untuk mereka berdua.
"Ini minuman nya ya non,maaf bibi telat mengantarkan minumannya", ucap bik Sumi sambil menyodorkan dua gelas es jeruk.
Setelah bik Sumi pergi, mereka kembali melihat foto Dara yang ada noda darahnya itu, tapi kini darah tersebut sudah tidak terlihat lagi, Wina dan Tio saling berpandangan heran kemana noda darah yang tadi mereka lihat.
"Hei Yo, ko noda darahnya hilang ya?" Tanya Wina heran
"Iya aneh tadi ada kenapa sekarang tiba-tiba hilang sendiri, tapi ya sudahlah abaikan saja mungkin itu hanya halusinasi kita saja win, yang terlalu serius melihat foto Dara", jawab Tio berusaha mencairkan suasana dan menenangkan Wina.
"Win, coba deh kamu perhatikan nama dari kedua orangtua Dara, apakah kamu pernah mendengar atau mengenal namanya?" Tanya Tio mulai menyelidik.
"Sepertinya saya tidak pernah mendengar atau mengenal nama kedua orangtua Dara deh, tapi nanti saya coba tanya kepada mamah, semoga ada titik terang", jawab Wina.
Sementara Tio sibuk menyalin biodata Dara ke dalam bukunya, dia akan berupaya menanyakan kepada mang Udin dan mencari tahu dengan browsing ke internet, tentang kasus kematian Dara yang pastinya terekam di media massa, walaupun sudah puluhan tahun mungkin rekan jejaknya ada di internet.
Tidak lama Tio pamit dan memasukkan buku itu ke dalam tasnya. Setelah pamit Tio langsung pulang ke rumahnya. Esok harinya di sekolah Tio semakin terlihat lebih akrab dengan Wina, kemana mana selaku pergi berdua. Membuat agung dan Reno sahabat dekat Tio merasa jauh dengan Tio dari semenjak dekat dengan Wina.
Padahal biasanya ke mana mana mereka selalu bertiga, begitu juga dengan Anggi semakin uring iringan melihat keakraban Wina dan Tio. Seperti hari ini ketika sedang berada di kantin mereka asik makan bakso satu meja berdua, seperti tidak menghiraukan lingkungan sekitar yang beberapa pasang mata memperhatikan keakraban mereka.
Ketika Tio dan Wina sedang asik menikmati bakso mereka, Anggi datang dan langsung duduk di meja mereka tanpa minta ijin terlebih dahulu pad Tio atau Wina. Tio yang melihat wajah Anggi seperti tidak suka dengan Wina, mulai menyadari apa yang terjadi.
Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, karena Tio paham wataknya Anggi, Tio segera mengajak Wina pergi dan meninggalkan Anggi yang sedang duduk bersama mereka. Melihat sikap Tio yang meninggalkan dia seperti itu membuat Anggi semakin tidak suka dengan Wina.
"Awas kamu win, kamu sudah membuat saya malu, Tio sudah mempermalukan dirinya di depan teman-tema nya, suatu hari nanti saya akan buat perhitungan dengan kamu win", ucap Anggi dalam hatinya.
Sementara Tio mengajak Wina ke ruang lab komputer yang letaknya bersebelahan dengan ruang lab kimia. Tio ingin mencari rekam jejak tentang kasus pembunuhan Dara.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
