Misteri Kematian Dara ( 14 )
Setelah Tio dan Wina merasa cukup mencari informasi tentang peristiwa pembunuhan Dara, mereka segera bergegas ke luar. Perasaan mereka tidak enak karena seperti ada yang mengikuti mereka. Setelah di parkiran mereka berpisah, Wina sudah dijemput oleh sopir papahnya Wina.
Sementara Tio langsung pulang ke rumahnya, sesampainya di rumah Tio disambut dengan Mamahnya yang teramat sangat menyayangi Tio anak sulungnya itu.
"Anak bunda ko pulangnya selalu sore sih, sibuk kegiatan apa sih nak di sekolahnya?" Tanya bunda sambil merangkul Tio hingga ke dalam kamarnya.
"Ga ada kegiatan apa apa sih bund, tadi ada sedikit tugas kelompok yang harus diselesaikan hari ini juga, jadi tadi Tio ke lab komputer mengerjakan tugas kelompok itu dengan teman yang lainnya", jawab Tio sedikit berbohong.
"Ya sudah sekarang anak mamah mandi terus siap siap untuk ke masjid solat magrib ya nak", lanjut bunda sambil keluar dari kamar Tio.
Tio langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan badannya yang penuh dengan keringat, cuaca hari ini sangat panas sekali. Selesai mandi Tio langsng pergi ke masjid.
Tio dari kecil memang anak yang penurut dan sangat patuh dan menghormati kedua orangtuanya. Anaknya tidak pernah menyusahkan orang tua.
Selama duduk di bangku sekolah bundanya tidak pernah mendapatkan panggilan dari guru BK, dengan begitu Tio tidak pernah membuat masalah di sekolahnya. Sepulang Tio dari masjid bersama ayahnya. Tio langsung diajak makan malam bersama bundanya.
"Yo langsung ke meja makan ya nak, makan malam sudah siap nih", teriak bunda memanggil anak bujangnya yang masih ada di dalam kamar.
Tio langsung keluar dari kamar dan memenuhi panggilan bundanya untuk makan malam bersama keluarga tercinta nya. Setelah selesai makan ayah mengajak berkumpul di ruang keluarga untuk sekedar saling menceritakan masing masing kegiatan hari ini.
"Yo, kamu tahu tidak sekolah yang kamu tempati sekarang ini dulu itu area pemakaman, tapi disulap menjadi gedung sekolah yang bonafid seperti sekarang", ucap ayah membuat Tio sedikit tersentak.
"Serius yah, Ko bisa, terus para jenazah nya dipinjam ke mana yah, kalau tanahnya didirikan gedung sekolah?" Tanya Tio penasaran.
"Ceritanya panjang nak, jadi dulu sejarahnya area pemakaman itu tanahnya bermasalah sempat ada sengketa, dan ayah sendiri tidak tahu persis bagaimana kelanjutan ceritanya sehingga bisa berdiri menjadi gedung sekolah", jelas ayah membuat Tio semakin penasaran.
Tio jadi berputar otak lagi apakah Dara itu salah satu penghuni kuburan yang di gusur tempat pemakamannya menjadi sekolah, sepertinya dia harus mencari informasi kepada ayahnya yang sepertinya tahu banyak tentang sekolah dia.
"Yah, Tio boleh bertanya tidak, kalau ayah tahu sedikit tentang sejarah gedung sekolah Tio saat ini, apakah ayah pernah mendengar kalau di sekolah itu pernah ada kasus siswi yang meninggal karena gantung diri yah?" Tanya Tio mulai menyelidik.
Ayah dan bunda sangat terkejut mendengar pertanyaan putra kesayangannya itu, mereka saling berpandangan berusaha mencari jawaban, dan seperti faham apa yang ditanyakan oleh Tio barusan.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
