Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Misteri Kematian Dara ( 16 )

Misteri Kematian Dara ( 16 )

Esok harinya Tio menyampaikan maksud dan keinginan bundanya kepada mang Udin, dengan rasa penasaran mang Udin bertanya kepada Tio.

"Siapa nama bunda kamu Yo, ko masih ingat dengan mang Udin ya?" Tanya mang Udin penasaran.

"Rara nama bunda aku mang", jawab Tio

"Bunda ke sekolah sekitar sore hari pas sekolah sudah sepi untuk bertemu dengan mang Udin, supaya tidak jadi sorotan guru atau siswa bundanya", lanjut Tio

"Apa yang akan bunda Tio tanyakan pada mamang ya?" Tanya mang Udin lagi masih penasaran.

"Untuk kepastiannya aku belum faham, tapi ada hubungannya dengan kematian Dara", jawab Tio.

"Baik Yo, semoga ada titik terang setelah pertemuan dengan bunda Tio", lanjut mang Udin.

"Iya mang semoga, sekarang aku pamit mau masuk ke kelas sebentar lagi bel masuk berbunyi", pamit Tio sambil berlari menuju kelas.

Ketika masuk ke dalam kelas Wina tidak terlihat, biasanya sudah bersenda gurau dengan teman satu bangkunya sebelum guru masuk ke dalam kelas.

"Ada apa dengan Wina apakah dia sakit, atau aach kenapa aku ini tidak ada Wina di kelas ko perasaanku tidak enak", ucap Tio bergumam sendiri.

Agung teman satu bangkunya yang sedari tadi memperhatikan sahabatnya itu mencoba menebak apa yang sedang Tio rasakan.

"Kamu kenapa Yo, ko saya perhatikan gelisah amat, pasti bingung ya melihat Wina tidak ada di kelas hari ini?" Tanya Agung sambil mengamati wajah sahabatnya.

"Eeh kamu nih Gung so tahu aja, apa peduliku Wina tidak masuk", jawab Tio sedikit berbohong.

"Sudahlah Yo jujur saja, saya sudah tahu kalau kamu lagi dekat dengan Wina murid baru itu, perubahan sikap kamu saya rasakan kami sejak mengenal Wina seperti menjaga jarak dengan saya", ucap Agung seperti sedang mengungkapkan rasa kekesalannya.

"Ach kamu nih Gung, perasaan aku tidak merasa berubah, aku tidak berusaha menjaga jarak dengan kamu ko, jangan sensi gitu deh", ucap Tio sedikit menggoda sahabatnya.

Padahal Tio juga merasakan sendiri kalau beberapa minggu ini setiap kali Agung mengajak Tio latihan basket selaku menolak, mungkin ini yang dimaksud Agung jaga jarak. Obrolan mereka terhenti ketika ibu Wati masuk ke dalam kelas.

"Assalamualaikum anak-anak bagaimana kabar kalian hari ini, apakah masuk semua siswa di kelas ini?" Tanya ibu Wati menyapa murid muridnya

"Cuma Wina Bu yang tidak hadir hari ini, karena sakit", ucap Leni teman satu bangku Wina.

Mendengar penjelasan Leni Tio agak sedikit gelisah, tapi dia berupaya bersikap wajar supaya Agung tidak meledeknya lagi.

"Ada apa dengan Wina, kenapa dia sakit apa yang terjadi dengan dirinya, perasaan kemarin dia sehat sehat saja', ucap Tio dalam hatinya. Tio berjanji sepulang sekolah dia akan langsung menengok Wina ke rumahnya.

Setelah pembelajaran hari ini selesai, Tio langsung pulang karena ingin melihat kondisi Wina, baru saja dia menyalakan motor nya dia baru ingat kalau sebentar lagi bundanya akan ke sekolah menemui mang Udin. Akhirnya Tio membatalkan rencana ke rumah Wina.

Sementara bunda Tio sudah dalam perjalanan menuju ke tempat Tio ditemani oleh ayahnya Tio, perasaan bunda Tio tidak menentu karena mengingat kembali peristiwa kematian adik kelasnya yang sangat tragis.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post