Misteri Kematian Dara ( 16 )
Suasana sekolah sudah sepi Tio menunggu kedatangan bundanya di depan gerbang sekolah, sedangkan mang Udin sedikit cemas menunggu kedatangan bundanya Tio. Dia penasaran apa gerangan yang akan disampaikan oleh ibunya Tio tentang peristiwa kematian Dara.
Tidak lama bunda dan ayah datang disambut oleh Tio dan langsung diajak ke rumah mang Udin yang berada di belakang gedung sekolah rumahnya. Bunda selama menuju rumah mang Udin matanya tak pernah lepas dari setiap sudut bangunan sekolah, seperti sedang mencari sesuatu.
Setelah sampai rumah mang Udin, bunda lebih terkesima melihat mang Udin terlihat sehat dan masih segar bugar, wajahnya tidak berubah dari dulu masih seperti itu, hanya rambutnya yang sudah terlihat putih semua.
"Assalamualaikum mang Udin masih ingat dengan saya mang ?" Sapa bunda sambil menyalami mang Udin.
"Waalaikum salam mari silahkan masuk ke dalam", jawab mang Udin sedikit gugup menerima kedatangan kedua orangtuanya Tio.
Setelah mang Udin mempersilahkan duduk, kepada Tio dan kedua orangtuanya, mang Udin sedikit teriak memanggil istrinya untuk membuatkan minuman untuk tamunya.
"Ibu ambilkan minum untuk tamu kita ya", teriak mang Udin.
"Sudah mang ga usah repot-repot, kami tidak lama ko di sini hanya ingin bersilaturahmi saja", ucap bunda
"Ach ga repot ko, lagian cuma air minum saja",jawab mang Udin.
" Oh ya mang ini ada sedikit sembako untuk kebutuhan mang Udin dan keluarga", ucap ayah sambil menyerahkan bingkisan sembako kepada istrinya mang Udin yang baru saja menyajikan minuman teh manis.
Setelah sedikit basa basi, bunda mulai membahas tentang masalah yang ingin disampaikannya.
"Mang, saya ingin menyampaikan sesuatu kepada mang Udin, saya sedikit mengetahui sebelum peristiwa kematian Dara.Waktu itu saya sedang berada di kamar mandi siswi, suasana kamar mandi waktu itu sepi",
"karena memang semua siswa sedang belajar di kelas", ucapan bunda terhenti dan mulai sedikit gugup lalu mengambil cangkir teh manis kemudian meminumnya untuk menghilangkan rasa gugupnya.
Tio yang dari tadi mendengar penjelasan bundanya mulai sedikit penasaran apa yang akan bunda ceritakan selanjutnya.
"Hayo bund dilanjut lagi, Tio penasaran nih", desak Tio.
"Ya Bu sebaiknya apa yang ibu ketahui ceritakan semuanya, supaya kami saya dan Tio yang sedang mengungkap misteri Kematian Dara bisa segera terungkap", jawab mang Udin.
"Baiklah, kemudian saya masuk ke dalam salah satu kamar mandi, suasana waktu itu tidak terlihat satu siswi pun di dalam kamar mandi, ketika saya selesai buang air kecil, saya seperti mendengar ada suara perempuan yang mulutnya sedang dibungkam. Karena suasana sepi jadi suara itu jelas sekali terdengar", ucap bunda
"Terus Bund suara siapa kira-kira yang sedang dibungkam itu", tanya Tio semakin penasaran.
"Bunda berusaha mencari sumber suara itu, dan sepertinya ada di kamar mandi paling ujung, tapi karena waktu itu bunda sendiri tidak ada yang menemani, bunda jadi merasa takut berlama lama di dalam kamar mandi",
"Setelah suara itu tidak terdengar lagi, bunda langsung lari meninggalkan kamar mandi", lanjut bunda sambil sesekali mengelap keringat yang mulai keluar karena merasa takut membayangkan suasana waktu itu.
'Kemudian apa yang terjadi selanjutnya Bu?" Tanya mang Udin berharap ibunya Tio melanjutkan ceritanya.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
