Misteri Kematian Dara ( 17 )
Suasana rumah mang Udin jadi berubah menjadi tegang, semua menunggu lanjutan cerita bunda. Sambil menarik napas panjang bunda mulai melanjutkan ceritanya.
"Karena bunda merasa ketakutan, khawatir suara itu suara yang tidak semestinya, bunda lari dan terus berlari menuju kelas, ketika pas taman bunda bertabrakan dengan pak Arya guru olahraga", cerita bunda.
"Ada apa Ra, kenapa kamu lari-lari seperti dikejar hantu?" Tanya pa Arya
"Oh tidak ada apa apa pa, cuma saya tadi di kamar mandi seperti ada suara aneh makanya saya takut dan langsung berlari, sebaiknya bapak cek deh apa yang terjadi di kamar mandi siswi", jawab bunda waktu itu..
"Apa yang sudah kamu lihat di kamar mandi coba jelaskan, tanya pak Arya yang mendadak berubah wajahnya yang sedikit beringas dan dingin, kemudian Pak Arya langsung berlari menuju kamar mandi siswi", jelas bunda
"Lalu Bund, apa yang terjadi selanjutnya?" Tanya Tio penasaran
"Bunda tidak tahu yang jelas setelah berada di dalam kelas bunda yang masih sedikit gemetar waktu itu berusaha bersikap sewajarnya", lanjut bunda.
"Sebentar tadi Bu Rara mengatakan perubahan sikap dan wajah pak Arya, kira-kira kenapa pak Arya bersikap seperti itu ya, apa mungkin dia mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam kamar mandi?" Tanya mang Udin mulai menyelidik dan sedikit curiga dengan sikap pak Arya
"Entahlah mang saya tidak berani menyimpulkan, tapi dari semenjak peristiwa itu, esok harinya terdengar berita menggemparkan tentang kematian Dara yang gantung diri di dalam kelas", lanjut bunda.
"Pihak kepolisian hingga beberapa minggu terus berdatangan ke sekolah, menyelidiki kasus kematian Dara. Dan selama proses penyelidikan itu Pak Arya bersikap dingin kepada saya mang itu yang membuat saya sampai hari ini merasa bersalah kenapa saya waktu itu tidak melihat sebentar apa yang terjadi di kamar mandi siswi paling ujung", sesal bunda Tio.
"Terus apa yang terjadi dengan pak Arya selanjutnya bund?" Tanya Tio semakin penasaran.
"Dari semenjak peristiwa kematian Dara, sekitar enam bulan Pak Arya mengajukan mutasi pulang ke daerah kelahirannya di Garut dari situ bunda tidak tahu lagi kabar tentang pak Arya.
"Sebenarnya ada satu lagi yang mang Udin curigai waktu itu, penjaga perpustakaan Bu Yuni yang masih gadis waktu itu, tapi sekarang beliau masih bertugas di sini sebagai pengurus perpustakaan paling senior di sekolah ini", ucap mang Udin
Mendengar penjelasan mang Udin yang terakhir membuat Tio sedikit tersentak karena teringat buku jadul yang pernah dia ambil untuk dipinjam secara diam-diam untuk melihat biodata Dara. Tio jadi teringat sikap dingin ibu Yuni terhadap Wina yang sedang melihat lihat lemari dokumen yang ada di ruang perpustakaan.
"Apakah mungkin Bu Yuni menyimpan sesuatu tentang misteri kematian Dara?" Tanya Tio dalam hatinya.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
