Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Misteri Kematian Dara ( 18 )

Misteri Kematian Dara ( 18 )

Setelah puas menceritakan semuanya kepada mang Udin, karena hari sudah semakin petang dan langit sudah berubah menjadi gelap. Setelah bunda, ayah dan Tio solat magrib di rumah mang Udin,l.

Bunda dan ayah pamit pulang, begitu juga dengan Tio. Setelah pamit pulang bunda, ayah dan Tio berjalan menyusuri lorong sekolah yang sepi tidak ada satu orangpun yang berada di sekolah.

Lampu koridor sekolah tidak begitu terang bahkan ada yang lampunya sudah putus tidak menyala. Bunda selama berjalan menuju gerbang sekolah merasa bulu kuduk mulai meremang, dia merasakan ada sesuatu yang membuat bunda merasa tidak nyaman berjalan.

Karena merasa takut bunda sedikit merapatkan tubuhnya ke ayah Tio, Sementara Tio sendiri merasakan hal yang sama seperti ada yang mengikuti mereka dari belakang. Ayah Tio yang juga sedikit merasakan sesuatu yang aneh berbisik kepada istrinya.

"Bund terus jangan berhenti merapal doa supaya kita tidak diganggu oleh arwah Dara, ayah merasakan kehadirannya di tengah tengah kita", ucap ayah sedikit berbisik.

"Ayah jangan membuat bunda jadi semakin takut deh, dari tadi bunda merasakan sesuatu yang aneh", jawab bunda sambi lebih l merapatkan tubuhnya dan memegang erat tangan ayah.

Baru saja mau keluar gerbang, tiba-tiba di depan mereka muncul sosok Dara dengan wajah pucat pasi, membuat bunda sedikit menjerit ketakutan.

Sementara hantu Dara yang berdiri di depan mereka bertiga mulai mengatakan sesuatu.

"Terima kasih sudah mau menyelidiki kasus kematian saya, kunci misteri ini ada ditangan Bu Yuni, dan keluarga Wina", ucap hantu Dara.

Tidak lama setelah menjelaskan tentang misteri kematiannya, Dara menghilang entah kemana perginya. Bunda yang tubuhnya masih gemetaran, memeluk erat suaminya. Ayah dan Tio yang sempat berdiri terpaku melihat kedatangan dara yang begitu tiba tiba, langsung menuntun bunda sampai ke parkiran.

Setelah di dalam mobil, ayah meminta Tio untuk tidak langsung pulang tapi mampir sebentar ke rumah makan karena perut mereka terasa lapar, dan ada sesuatu yang ayah ingin tanyakan tentang Wina kepada Tio.

Tio mengikuti mobil ayahnya sampai berhenti di sebuah rumah makan yang tidak jauh dari lokasi sekolahnya. Setelah memesan makanan, mereka langsung menyantap makanan yang mereka pesan.

Sementara bunda terlihat sudah mulai tenang, dan sudah tidak gemetar lagi tubuhnya, terlebih setelah minum minuman yang dipesan bunda yaitu wedang jahe, membuat bunda terlihat segar kembali. Sambil makan ayah menanyakan sesuatu kepada Tio.

"Yo, sepertinya benar yang kamu ceritakan kemarin kalau Dara memang ingin diselidiki misteri Kematiannya, dia ingin mengetahui siapa pembunuh Dara sebenarnya", ucap ayah sambil menyantap makanannya.

"Betul sekali yah, ini yang sedang Tio lakukan bersama Wina, anak baru di sekolah Tio", sahut Tio.

"Naah ini yang akan ayah tanyakan, siapa itu Wina, kenapa tadi dara mengatakan kuncinya ada di keluarga Wina?" Tanya ayah merasa penasaran.

Bersambung.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post