Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
 Misteri Kematian Dara ( 19 )

Misteri Kematian Dara ( 19 )

Ayah dan bunda masih menunggu jawaban dari Tio, tentang pertanyaan ayah mengenai Wina. Sambil menyeruput jeruk hangat Tio mulai menceritakan tentang Wina, dari awal pertemuan Tio saat Wina menjadi murid baru di kelasnya, sampai Tio mengajak kerjasama untuk menyelidiki misteri Kematian Dara.

Tio juga menceritakan kalau Wina memiliki wajah yang sama dengan Dara, seperti saudara kembar. Dan Tio juga menceritakan kalau dia pernah berkunjung ke rumah Wina.

"Yo sebentar, tadi kamu bilang wajah Wina mirip dengan Dara, kalau saudara kembarnya tidak mungkin ya, karena Dara saja hampir seusia dengan Bunda", ucap bunda sedikit penasaran dengan sosok Wina.

"Betul sekali Bund, tapi ayah sedikit penasaran dengan rumah dan keluarga Wina, mungkin di rumah Wina ada sedikit petunjuk tentang Dara, karena kemiripan wajahnya", sambung ayah ikut menganalisa.

"Hari ini Wina tidak masuk sekolah, besok kalau masih belum masuk Tio rencananya akan menengok Wina ke rumahnya yah", jawab Tio.

Setelah selesai makan bunda mengajak pulang karena hari sudah malam, ayah setelah membayar ke kasir langsung berjalan menuju parkiran dan Tio mengikuti dari belakang.

"Sebaiknya kamu langsung pulang ke rumah ya nak, sudah malam jangan kemana-mana dan jangan ngebut bawa motornya", ucap bunda mengingatkan Tio.

"Siap Bund, Tio juga sudah gerah ga tahan pingin mandi dan ganti baju", sahut Tio sambil mengacungkan jempol nya pertanda setuju dengan ucapan Bunda nya.

Esok harinya Wina masih juga belum masuk ke sekolah, dari semalam Tio berusaha menghubungi Wina di telpon tidak diangkat padahal aktif, di chat tidak di balas. Tidak seperti biasanya Wina slow respon seperti ini. Sakit apa sebenarnya Wina kenapa susah sekali dihubunginya.

Sepulang sekolah Tio langsung menuju rumah Wina, dia penasaran dan sedikit khawatir dengan kondisi Wina. Setelah sampai depan rumahnya Tio menghentikan kendaraan roda duanya. Tio mengamati kondisi rumah Wina agak sedikit berantakan. Tidak seperti waktu beberapa hari yang lalu sewaktu Tio datang bersama Wina.

Halaman rumahnya waktu itu terlihat rapih dan terawat, tapi sekarang terlihat sedikit berantakan, apakah rumah ini sedang tidak ada penghuninya, kalau benar kemana mereka. dari luar pagar. Tidak ada orang di luar rumah, Tio mencoba membuka pagar halaman rumah Wina, dan ternyata tidak dikunci.

Tio terus masuk menerobos halaman rumah Wina dan berusaha mencari bel pintu, setelah menemukan bel pintu Tio memiijit bel pintu tersebut, sekali pijit belum ada respon, hingga lima kali pijit baru terdengar orang berjalan menuju pintu.

Tio berharap cemas kira-kira siapa yang membuka pintu, apakah Wina, orang tuanya atau pembantu rumah ini.

"Maaf siapa di luar, mau bertemu dengan siapa ya?" Terdengar suara perempuan dari dalam rumah, yang jelas itu bukan suara Wina.

"Assalamualaikum ibu ini dengan temannya Wina namanya Tio Ibu, apakah Wina ada di rumah Bu?" Salam Tio dari balik pintu.

Karena pintu masih belum juga dibuka, membuat Tio sedikit gemas kenapa tidak langsung dibuka saja pintunya jadi enak ngobrolnya juga, Tio merasa penasaran dengan siapa dia berbicara.

Bersambung.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post