Misteri Kematian Dara ( 21 )
Ayah Wina semakin bingung dengan sikap Tio yang seperti tidak mendengar teriakannya. Karena merasa ada yang tidak beres dengan Tio,dan penasaran, ayah Wina mendekati Tio dan menepuk pundaknya sambil mengatakan.
"Hei Yo, ada apa dengan kamu?" Tanya ayah Wina sambil menepuk pundak Tio.
Seketika itu juga Tio tersadar, dan merasa bingung apa yang terjadi dengan dirinya, dengan wajah yang masih bingung Tio duduk kembali di sofa, tidak lama Wina dan mamah datang membawa minuman es jeruk dan kentang goreng.Wina langsung menawarkan es jeruk dan kentang goreng kepada Tio.
"Yo, hayo diminum kamu pasti haus dan pastinya es jeruk ini langsung menghilangkan rasa haus kamu hilang", celoteh Wina sambil menyodorkan gelas es jeruk kepada Tio.
Sementara mamah seperti menyadari apa yang berusan terjadi pada Tio, karena ayah sudah menceritakan tentang perubahan sikap Tio setelah melihat lukisan tersebut.
"Win, sini duduk dekat mamah nak", Rajuk mamah kepada putri tercintanya.
Wina menuruti ucapan mamahnya, dan langsung duduk dekat mamahnya. Sementara ayah mulai serius berbicara dengan Tio.
"Yo, tadi kamu kenapa ko seperti terkesima dengan lukisan kembaran Wina?" Tanya ayah.
Mendengar pertanyaan ayah Tio malah penasaran dengan ucapan kembaran Wina, dan langsung menanyakan tentang lukisan yang ada di dinding tersebut.
"Maaf tadi ayah mengatakan lukisan kembaran Wina, maksudnya apa ya?" Tanya Tio mencari kejelasan tentang lukisan misterius tersebut.
"Ya itu lukisan ayah beli waktu ayah dinas luar di Kalimantan, waktu itu Mamah Wina juga ikut serta ke Kalimantan, ketika ayah sedang jalan jalan dengan mamahnya Wina.
Ayah sedikit tertarik melihat ada penjual lukisan yang wajah di lukisan itu mirip sekali dengan wajahnya Wina, setelah ditanya ini siapa pelukisnya ternyata penjual tersebut pelukisnya", jelas ayah Wina panjang lebar.
"Sebentar, tadi ayah mengatakan itu pelukisnya yang menjual lukisan itu sendiri ya, bisa tahu gambaran wajah penjual lukisan itu yah", ucap Tio semakin penasaran.
"Kenapa gitu Yo, ko kamu penasaran sekali dengan lukisan itu?" Tanya ayah penasaran juga dengan Tio yang semakin mendesak dirinya.
Akhirnya Wina angkat bicara dan menceritakan semuanya yang sedang dia lakukan bersama Tio tentang penyelidikan misteri kematian Dara di sekolahnya, dan Wina juga menceritakan tentang mimpi dia yang didatangi oleh sosok Dara dalam mimpinya. Wina juga menjelaskan kalau Dara itu wajahnya mirip sekali dengan dirinya.
Lalu Tio mengeluarkan buku biodata tentang Dara yang dia ambil dari lemari perpustakaan, buku itu dia sodorkan kepada ayah Wina. Ketika ayah Wina membaca biodata Dara dan melihat foto Dara di buku itu, betapa terkejutnya ayah Wina.
Terlebih setelah membaca silsilah keluarga Dara, ayah Wina merasa sangat terkejut, dan langsung memperlihatkan kepada istrinya, mamah Wina tidak kalah terkejutnya ketika melihat biodata Dara.
Mamah dan ayah saling berpandangan terkesima dan hampir tidak percaya, membuat Wina dan Tio juga semakin heran melihat sikap ayah dan Mamahnya Wina.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
