Misteri Kematian Dara ( 22 )
Dengan wajah yang terlihat sedih ayah menyerahkan kembali buku biodata tersebut kepada Tio. Kemudian Tio menanyakan tentang perubahan sikap setelah melihat buku biodata itu.
"Kenapa yah, ko seperti faham dengan silsilah keluarga Dara, apakah memang ada hubungannya dengan keluarga Wina Dara itu yah?" Tanya Tio penasaran.
"Dua puluh tahun yang lalu ayah memiliki saudara tiri yang dulu meninggal di sekolah karena gantung diri, polisi sudah berupaya menyelediki peristiwa Kematiannya, tapi jejak pembunuh seperti hilang ditelan bumi tidak bisa dilacak oleh pihak kepolisian", cerita ayah sambil memperlihatkan wajah sedihnya.
"Dan saudara tiri ayah itu bernama Dara, ya Dara masih ada hubungan keluarga dengan Wina, setelah Wina lahir dan tumbuh dewasa ayah dan mamah sempat bingung mengapa wajah Wina mirip sekali dengan almarhumah Dara", lanjut ayah
"Ya betul kami sempat heran mengapa wajah Wina mirip sekali dengan Dara, mamah mungkin tidak mengenal Dara tapi ayah sudah bercerita banyak tentang sosok Dara, dan sempat memperlihatkan foto Dara sama mamah.
"Jadi ketika Wina tumbuh dengan dan wajahnya mirip dengan Dara, kami sempat heran apa mungkin ada rengkarnasi di keluarga kami", ungkap mamah.
Mendengar penjelasan ayah dan mamah, Tio jadi teringat dengan ucapan Dara sewaktu menampakkan diri didepan bunda, ayah dan dirinya sewaktu di sekolah. Waktu itu Dara sempat mengungkapkan misteri Kematian dia ada di keluarga Wina. Dan ternyata benar Dara masih ada hubungan keluarga dengan Wina.
"Yah boleh tau kira kira siapa penjual lukisan itu yah, apakah ayah mengenalnya?" Tanya Tio menyelidik.
"Kenapa kamu ingin tahu tentang pelukis dan penjual lukisan itu?" Ayah malah balik bertanya kepada Tio.
"Tadi ayah mengatakan lukisan itu yang menjual pelukisnya sendiri, aku sedikit penasaran apa ada hubungannya dengan Dara, coba ayah perhatikan lukisan itu wajahnya penuh dengan misteri, dan itu menggambarkan pelukisnya juga orangnya penuh dengan misteri", Tio mencoba menganalisa.
"Aku penasaran yah, kenapa dia bisa melukis wajah wanita yang mirip sekali dengan Dara atau Wina, dan anehnya pelukis itu seperti faham kepada siapa dia harus menjual lukisannya", ungkap Tio membuat ayah dan mamah saling berpandangan.
"Mah Jum'at besok kan tanggal merah, kita libur 3 hari, bagaimana kalau libur akhir pekan besok kita ke Kalimantan dan Tio juga diajak untuk mencari dan menyelidiki keberadaan si pelukis itu mah", ungkap Wina penuh harap.
"Ide kamu cemerlang juga nak, baik kita agendakan untuk berlibur ke Kalimantan", sambut ayah membuat Wina jadi berbinar bahagia.
Begitu juga dengan Tio, dia merasa penyelidikannya mendapat dukungan dari keluarga Wina, seperti gayung bersambut, ungkap Tio dalam hatinya sambil matanya melirik ke lukisan yang tergantung di dinding itu, lagi-lagi Tio seperti terhipnotis oleh wajah yang dia yakin itu lukisan wajah Dara.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
