Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Misteri Kematian Dara ( 23 )

Misteri Kematian Dara ( 23 )

Esok harinya Tio meminta ijin kepada kedua orangtuanya untuk ikut serta bersama keluarga Wina ke Kalimantan. Tio sudah menceritakan semua yang dia alami di rumah Wina, dan menceritakan apa yang ayah Wina ceritakan dengannya. Bunda langsung mengijinkan Tio ikut serta ke Kalimantan untuk melanjutkan penyelidikan misteri kematian Dara.

Kamis sore mereka berangkat menuju bandara untuk mencari orang yang melukis wajah Dara tersebut. Perjalanan berjalan dengan lancar pesawat mendarat dengan sempurna di Bandar Udara Kalimarau, Kalimantan Timur, setelah turun dari pesawat ayah dijemput oleh sahabatnya yang tinggal di Kalimantan. .

Jadi segala sesuatunya sudah dipersiapkan oleh sahabatnya ayah Wina, dari hotel tempat menginap mereka sudah dipesankan.

Perjalanan dari bandara menuju hotel lumayan jauh, sekitar 4 jam perjalanan yang harus ditempuh. Selama diperjalanan menuju hotel Wina sepertinya kelelahan dia langsung tidur di mobil.

Sementara ayah asik berbincang dengan sahabatnya itu, bunda terlihat asik dengan gawainya, Tio sendiri berusaha menikmati perjalanan yang belum pernah dia berkunjung ke Kalimantan. Ini merupakan momen langka makanya rugi kalau perjalanan menuju hotel ini tidak dia nikmati.

Kabupaten Berau merupakan salah satu daerah Pintu Gerbang Pembangunan di wilayah Propinsi Kalimantan Timur Bagian Utara, yang terletak disebelah utara dari Ibukota Propinsi Kalimantan Timur di mana wilayah daratan terdiri dari gugusan bukit yang terdapat hampir disemua kecamatan.

Selama perjalanan pemandangan bukit-bukit yang menghiasi jalanan, disepanjang jalan tersaji pemandangan perkebunan kelapa sawit, selanjutnya perkebunan karet dan kelapa. Pemandangan yang tidak pernah Tio lihat di kota tempat dia tinggal. Tio betul betul menikmati perjalanan ini.

Ketika langit berubah menjadi gelap pertanda siang akan berganti dengan malam, matahari akan segera tenggelam dan akan berganti malam, bulan malu malu mulai memunculkan wujudnya. Jalanan sudah mulai gelap, Tio jadi tidak bisa melihat pemandangan yang menakjubkan menurutnya.

Mobil berhenti dan depan rumah makan, ayah membangunkan mamah Wina dan putri tercintanya.

"Kita istirahat sejenak sebelum sampai ke hotel ya, kita salat magrib dulu dan sekalian makan malam di sini, perjalanan kurang lebih dua jam lagi baru sampai di hotel", jelas ayah Wina.

Wina dan mamah yang sedari tadi tertidur merasa heran dan menanyakan kepada ayahnya.

"Yah kita sudah sampai mana ini, ko penerangan lampunya redup ya?" Tanya Wina seperti merasa tidak nyaman berada tempat ini.

"Kita rehat sebentar di rumah makan ya mbak Wina, kita solat magrib dan makan dulu sebelum melanjutkan perjalanan", jawab pak Dedi

Tio turun dari mobil dan langsung mengamati rumah makan tempat mereka singgah. Bangunan rumah makan ini unik, dan sedikit berbau mistis, Tio sebagai seorang yang indigo merasakan aura negatif di rumah makan ini.

Setelah barada di dalam ayah memesan meja untuk 5 orang sekalian memesan menu makanan yang akan di makan untuk makan malam mereka. Setelah selesai memesan makanan ayah mengajak ke musolah untuk salat magrib.

Di mushola nampak sepi hanya mereka yang berada di mushola, padahal tadi terlihat ada beberapa pengunjung lain yang sedang menikmati makan malam. Lagi lagi Tio merasakan aura mistis yang sangat kuat di mushola ini.

Bersambung

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post