Misteri Kematian Dara ( 24 )
Selesai solat magrib, mereka kembali ke meja makan, rupanya makanan sudah tersaji di meja, pa Dedi mempersilahkan kami menikmati makanan yang sudah ada di meja, karena perut terasa lapar dalam waktu yang singkat kami langsung menyantapnya.
"Sepertinya rumah makan ini baru dibuka, karena satu bulan yang lalu saya belum melihat ada rumah makan di tempat ini", ucap pa Dedi sambil menyeruput teh manisnya.
"Masa sih baru dibuka pa, seperti ini bangunan sudah lama berdiri?" Sahut Tio sidikit tidak percaya dengan ucapan pa Dedi.
"Ach kamu ini Yo sok tahu deh, pa Dedi kan yang lebih tahu kawasan ini", ucap Wina sedikit protes.
"Memang betul bangunan ini terlihat sudah lama, mungkin sebelum dijadikan rumah makan, dulunya bekas bangunan apa gitu, mungkin lebih tepatnya seperti itu ya pa Dedi", sambung ayah berusaha menengahi.
Sementara Tio yang sedari tadi merasakan sesuatu yang aneh di dalam rumah makan ini, matanya terus mengitari semua sudut ruangan yang ada di dalam rumah makan ini.
Tio melihat ada kejanggalan dari pengunjung yang sedang makan. Sikap mereka aneh wajahnya hampir terlihat pucat, atau pengaruh pantulan cahaya lampu yang memang dibuat redup lampunya.
Ada beberapa pengunjung yang memperlihatkan Tio, dengan sorotan mata yang sangat tajam, dan sepertinya hanya dirinya yang merasakan suasana yang aneh di rumah makan ini,l.
Sementara ayah, Wina, dan mamahnya serta pa Dedi tidak merasakan apa-apa. Karena mereka terlihat bersikap biasa saja.
Setelah selesai makan, dan puas beristirahat, kami melanjutkan perjalanan kembali menuju hotel. Baru saja sekitar lima meter mobil meninggalkan rumah makan tersebut, Tio mencoba melihat ke belakang ingin melihat rumah makan yang tadi dia datangi.
Tapi apa yang terjadi rumah makan itu tidak terlihat, yang ada hanya kegelapan malam. Tidak terlihat lampu temaram yang ada di rumah makan tadi. Wina memperhatikan sikap aneh Tio yang dari tadi melihat ke belakang terus.
"Kamu kenapa Yo, ko dari tadi melihat ke belakang terus, apa yang kamu lihat?" Tanya Wina penasaran.
"Ooh tidak ada apa apa ko, hanya lagi menghafal jalan saja, siapa tahu nanti kita pulangnya mampir lagi ke rumah makan tadi hehehe", jawab Tio sekenanya berusaha menutupi apa yang sebenarnya terjadi.
menurut pa Dedi sekitar pukul 12 malam kita baru sampai hotel. Sepanjang perjalanan jalanan gelap karena tidak ada lampu jalan, jadi hanya lampu dari rumah warga yang ada dipinggir jalan yang membantu penerangan jalannya. Itupun jarak rumah warga yang satu dengan yang lainnya cukup berjauhan.
Karena tidak ada yang bisa dinikmati karena gelap, karena lelah Tio selama perjalanan menuju hotel tertidur juga di dalam mobil. Setelah tiga jam perjalanan akhirnya mereka sampai di hotel, Tio terbangun dan langsung turun dari mobil kemudian membantu membawakan tas bawaan Wina dan Mamahnya.
Kedatangan mereka disambut oleh pelayan hotel, dan langsung menawarkan jasa untuk membawakan tas Mereka ke kamar, karena kamar sudah dipesan oleh pa Dedi jadi mereka bisa langsung menuju kamar.
Wina satu kamar dengan mamah, sedangkan ayah satu kamar dengan Tio, pa Dedi sendiri tidak menginap di hotel, karena rumahnya tidak jauh dari hotel ini.
Ketika Tio dan ayah sudah masuk ke dalam kamar, ayah langsung ke kamar mandi, katanya badannya terasa lengket pingin cepat mandi biar fresh badannya. Sementara Tio sambil tiduran di tempat tidur masih memikirkan rumah makan yang tadi mereka datangi.
Benarkah rumah makan itu ada, jangan jangan rumah makan itu rumah makan ghaib, yang sebenarnya tidak ada, karena seperti yang tadi dia lihat sewaktu di mobil rumah makan itu sudah tidak terlihat lagi.
Terus kalau benar itu rumah makan ghaib terus yang tidak di makan itu apa ya, tiba tiba Tio jadi merasa mual perutnya pingin segera memuntahkan semua yang ada di dalam perutnya.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
