Misteri Kematian Dara ( 9 )
Sepulang sekolah Tio langsung menunggu Wina diparkiran seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya. Tidak lama Winda muncul setengah berlari menghampiri Tio.
Reno sahabat satu bangku Tio memperhatikan Tio yang pulang membonceng Wina merasa sedikit curiga. Jangan-jangan mereka menjalin hubungan diam diam tanpa sepengetahuan dirinya.
Beberapa teman kelasnya Wina juga seperti Dini, Tasya, dan Anggi memperhatikan Wina semenjak keluar dari kelas. Mereka bertiga kasak kusuk mencurigai Wina ada hubungan dengan Tio.
Tio memang siswa primadona di sekolahnya. Dengan wajah tampannya banyak siswi di sekolahnya yang mengagumi Tio.
Bahkan saling berebut ingin menjadi pacar Tio, makanya ketika Wina hari ini pulang dibonceng Tio hampir semua mata memandang mereka. Sementara Wina yang merasa murid baru di sekolah ini dia tidak tahu kalau lelaki yang bersamanya saat ini idola murid perempuan di sekolahnya.
Tio mengajak Wina ke cafe untuk mencari suasana yang tenang selama dia menceritakan apa yang dia alami beberapa hari ini. Setelah duduk dan memesan minuman dan sedikit makanan ringan Tio mulai memberanikan diri bertanya sesuatu pada Wina.
"Win, aku langsung pada pokok permasalahannya saja ya, sudah beberapa hari ini aku di ganggu makhluk halus yang ada di sekolah kita", ucap Tio mengawali pembicaraannya.
Wina mendengar penjelasan Tio langsung berubah wajahnya sedikit pucat terlihat seperti ketakutan.
"Tio apa-apaan sih kamu ko itu yang kamu bicarakan, jangan bikin saya merinding dan ketakutan deh", ucap Wina sedikit sewot dan sedikit melotot membuat Wina tambah terlihat cantik dengan mata bulatnya.
"Aku bicara serius win, itu yang kemarin aku ceritakan di perpustakaan sekolah yang katanya ada yang mirip wajahnya dengan kamu, ya wajah hantu itu win", lanjut Tio.
Lagi-lagi Wina sewot dan kali ini dia hendak pergi meninggalkan Tio, tapi dengan sigap Tio memegang tangan Wina dan memintanya duduk kembali.
"Dengarkan aku dulu, aku lagi tidak bicara yang tidak-tidak ini Win, justru dengan aku melihat wajah kamu pertama kali kamu masuk ke sekolah ini, aku langsung terkejut dan tidak percaya kenapa wajah hantu itu mirip sekali dengan wajah kamu", jelas Tio panjang lebar.
"Terus maksud kamu mengajak saya dan menceritakan semuanya pada saya tujuannya apa, kamu curiga kalau saya ini merupakan hantu yang kamu lihat dan hidup kembali gitu", jawab Wina agak sedikit sewot dan terlihat kesal.
"Bukan itu maksud aku win, aku yang sudah beberapa hari ini diganggu oleh hantu yang kata mang Udin bernama Dara itu, selalu mengganguku dia meminta aku untuk menolongnya menemukan siapa yang sudah membunuhnya", jelas Tio lagi.
Kali ini Wina tidak sewot dan merasa ketakutan lagi mendengar penjelasan Tio, dia malah seperti terlihat sedang berpikir dan mengingat mimpi bertemu dengan seseorang yang wajahnya mirip dengan dirinya.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
