Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Misteri Kematian Dara ( Tamat )

Misteri Kematian Dara ( Tamat )

Suasana ruangan pameran mendadak menjadi mencekam, lampu padam, Pihak hotel langsung memanggil bagian tekhisi untuk segera melakukan perbaikan aliran listrik. Sementara Wina masih terus mendekati Wawan sang pelukis wajah Dara, sementara Wawan sendiri yang kondisinya sudah begitu dekat dengan Wina.

Tubuhnya semakin bergetar, dan sangat ketakutan melihat Wina yang sedang dirasuki oleh Dara. ketika sudah begitu dekat Dara yang kini sedang berada di dalam tubuh Wina mengatakan sesuatu pada Wawan.

"Katakan kenapa kamu membunuhku, kenapa kamu memperkosaku, apa salahku pada kamu", Tanya Dara dengan wajah yang penuh kebencian dan dendam.

"Kamu..kamu siapa, kenapa wajah kamu mirip sekali dengan Dara", tanya Wawan terhadap Wina.

"Jawab pertanyaanku, kenapa kamu membunuhku, kamu sudah merenggut nyawaku dan masa depanku", ucap Dara sambil mencengkram leher Wawan.

Tio yang sedari tadi memperhatikan Wina yang kerasukan arwah Dara, mencoba menolong, dengan berupaya menarik tangan Wina dan menjauhkan dari Wawan. Tapi apa yang terjadi Tio Malah terpental jauh hingga terbentur ke tembok.

Mamah semakin panik, para pengunjung saling berlarian melihat kondisi ruangan yang berubah menyeramkan. Semua pengunjung menyaksikan kehadiran Dara lewat tubuh Wina. Tidak ada yang berani mendekat untuk menolong Wawan.

Sementara kondisi Wawan sudah mulai lemah tidak berdaya, sampai akhirnya Wina tersadar dan lepas dari cengkeraman arwah Dara. Rupanya ada seseorang yang membacakan beberapa doa doa untuk menyelamatkan Wina dan Wawan.

Setelah kondisi Wina terlepas dari arwah Dara, kondisi ruangan mulai kembali normal, tapi Wawan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Teman teman Wawan segera membawa Wawan ke klinik terdekat, sedangkan Tio masih merasakan sakit karena benturan keras di dinding.

Ayah berupaya menolong Tio, sedangkan mamah dan Pak Dedi mencoba menenangkan Wina, yang masih bingung karena tidak menyadari apa yang barusan terjadi. Ruangan pameran lukisan sudah mulai sepi, hanya ada beberapa petugas hotel yang sedang merapikan ruangan yang berantakan karena amukan arwah Dara.

Setelah Tio dan Wina sudah mulai stabil kondisinya, mereka bertanya pelukis yang tadi pingsan dibawa di klinik mana, setelah mengetahui alamat klinik tempat Wawan di rawat, Tio, mamah, Wina dan pak Dedi segera menyusul ke klinik ingin mengetahui kondisi Wawan.Sesampainya di klinik, ayah melarang Wina untuk ikut masuk.

"Wina sama mamah saja di mobil ya, kalau ikut masuk ke klinik khawatir Wawan merasa ketakutan lagi melihat wajah Wina", ucap ayah sambil keluar dari mobil.

Tio langsung masuk ke klinik dan menanyakan kamar Wawan di rawat, rupanya Wawan masih ditangani oleh dokter. Terpaksa mereka menunggu sampai Wawan selesai ditangani dokter.

Bagaimanakah kondisi Wawan sebenarnya, dan kenapa Wawan sampai merasa ketakutan melihat Dara, dan kenapa Wawan melukis wajah Dara hingga berulang kali, apakah benar yang membunuh Dara itu Wawan.

Lalu bagaimana dengan Tio dan Wina apakah berhasil memecahkan misteri Kematian Dara. Nantikan kelanjutan cerita "Misteri Kematian Dara" setelah buku novelnya terbit.

S E L S A I

Terima kasih untuk sahabat Literasi yang sudah selalu hadir dan setia mengikuti jalan cerita misteri ini. Sampai berjumpa di cerpen dengan cerita yang berbeda.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post