Afghan Membuat Ibu Guru Panik
Malam itu MTs N 1 Cilegon berangkat studi tour ke Bandung, bus yang berangkat semuanya ada 4 bus. Bu Nani dan bersama siswa binaannya berada di bus 2. Jam 23.00 bus mulai berangkat dan sopir bus mulai menjalankan busnya menerobos keremangan malam.
Diawal anak anak semua yang ada di dalam bus terlihat bahagia, sambil sesekali bersenandung ria menampakkan kalau mereka sedang merasa bahagia bersama teman temannya. Karena kegiatan studi tour ini merupakan momen langka.
Kebersamaan indah yang nantinya akan selalu menjadi kenangan manis yang tidak dapat dilupakan ketika mereka sudah dewasa nanti. Diawal perjalanan saya mewanti-wanti agar tidak memakan dan meminum yang memicu perut' jadi mual dan akhirnya muntah.
Karena sudah malam sebaiknya dipakai untuk tidur, karena besok pagi banyak tempat yang akan dikunjungi. Alhamdulillah anak anak nurut semuanya. Ketika perjalanan kurang lebih dua jam, baru sampai Bekasi.
Tiba tiba ada salah satu siswa berteriak dari jok paling belakang katanya Afgan pingsan, sontak saja saya yang sedang tertidur jadi jajap dan langsung bangun. Beberapa guru sudah menolong Afghan yang ternyata jatuh sampai nyungsep di bawah kursi.
Ketika diangkat semua tubuhnya dingin sekali, saya sarankan untuk semua badannya diolesi minyak kayu putih. Setelah semua diolesi, Afghan masih belum sadar juga. Saya selaku wali kelas nya merasa panik dan bingung apa yang harus saya lakukan.
Ada yang menyarankan supaya saya menghubungi orang tuanya, disuruh menanyakan Afghan punya riwayat sakit apa. Tapi itu tidak saya lakukan saya tidak mau membuat orang tuanya panik. Biar kita tangani dulu semoga sebentar lagi sadar Afghannya.
Setelah berbagai macam cara sudah dilakukan untuk menyadarkan Afghan, tidak lama mata Afghan mulai terbuka. Pelan pelan dia mulai sadar lalu ditanya oleh temannya gan, lihat itu yang berkacamata siapa, lalu Afgan menjawab Ibu Guru Nani.
Setelah menjawab pertanyaan temannya anehnya Afgan merem lagi matanya, akhirnya saya berpikir ini anak sepertinya ngantuk berat, terlihat dari cara dia membuka matanya, seperti susah sekali untuk membuka mata tertahan dengan kantuk yang berat.
Dari situ saya sudah mulai sedikit lega, berarti tidak ada yang serius terhadap Afghan, hanya ngantuk berat saja. Tapi terlihat jidatnya benjol karena terjatuh dari kursi dan nyungsep di bawah kursi jok mobil.
Setelah sampai rest area, saya langsung belikan teh manis dan roti bakar supaya agak segaram badannya, alhamdulilah mau minum dan memakan tehnya itu. Dan Afghan kembali segar dan terlihat ceria selama berada di Bandung. Afghan oh Afghan membuat ibu guru panik saja kamu nak ❤️❤️
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
