Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mulutmu Harimaumu

Mulutmu Harimaumu

Seburuk-buruknya negara kita, tetaplah Indonesia negara yang harus kita cintai dan kita banggakan, walaupun kondisi negara kita selama beberapa tahun ini kondisinya sangat tidak stabil, tapi kita sebagai warga negara Indonesia harus tetap menjaga nama baik negara sendiri.

Ada beberapa kasus warga negara Indonesia tidak menunjukkan rasa nasionalismenya, malah membanggakan negara lain, mentang mentang mereka menetap dan bekerja di sana, merasa sudah hidup mapan dan sukses, sehingga dengan kesombongnnya dia menjelekkan jelekan negaranya sendiri di media sosial.

Banyak hal terjadi bukan karena kita kurang pintar tapi kurang bijak. Ditarik ke belakang banyak sekali kasus pejabat kena imbas dari istri yang suka flexing.

Mulutmu harimaumu, kata kata ini cocok untuk menggambarkan Dwi, si paling benci jadi WNI itu. Kontroversi mencuat usai pernyataan seorang perempuan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang menyebut, "cukup saya WNI, anak jangan," viral di media sosial.

Ucapan itu menuai kritik dan perdebatan publik karena dinilai bertentangan dengan semangat nasionalisme, terlebih beasiswa LPDP bersumber dari dana negara.

‎Video itu diunggah oleh seorang perempuan pemilik akun Instagram sasetyaningtyas. Dalam video itu, ia memperlihatkan tengah membuka sebuah paket yang sudah dinantikannya. Isinya selembar surat dari Home Office Inggris.

‎Surat itu menyatakan anak kedua sang pemilik akun, resmi menjadi warga negara Inggris. Perempuan itu juga memperlihatkan paspor Inggris yang datang bersamaan dengan surat tersebut.

‎"I know the world seems unfair tapi cukup aku aja yang WNI, anak-anaku jangan, kita usahakan anak-anak dengan paspor kuat WNA itu," ujarnya.

‎Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menindak tegas penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang dinilai menghina Indonesia melalui pernyataannya di media sosial. Beliau meyakinkan yang bersangkutan wajib mengembalikan dana beasiswa yang telah diterima, termasuk bunganya, serta akan masuk daftar hitam di lingkungan pemerintahan.

Selamat menuai apa yang kau tabur, semoga tidak ada lagi warga negara Indonesia yang memiliki sikap seperti ini.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post