Rio Sang Penelan Jarum (Part 1)
Rio Sang Penelan Jarum ( Part 1)
Hari ini cuaca sangat panas, terik matahari yang begitu menyengat, membuat tubuhku ini mudah lelah dan gampang mengantuk. Kulirik jam yang melingkar di tanganku menunjukkan pukul 11.30, itu menunjukkan sebentar lagi istirahat kedua.
Hari ini aku sedang jaga gawang melaksanakan tugas piket, tepat pukul 11.45 aku bergegas menuju meja piket untuk memencet bel pertanda istirahat kedua. Setelah kepencet bel, lewat pengeras suara, aku umumkan kepada semua anak anak di kelas supaya bergegas mengambil air wudhu untuk melaksanakan shalat duhur berjamaah di lapangan.
Anak anak mulai berhamburan keluar kelas berlarian menuju tempat wudhu dan berebut mengambil air wudhu. Ada yang sibuk mengelar sejadah dulu, ada yang langsung ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu. Ada juga yang sedang melantukan azan.
Setelah semua selesai mengambil air wudhu siswa siswi sudah mulai rapih berdiri di atas sajadahnya masing-masing, dan bersiap melaksanakan shalat duhur berjamaah.
Selesai sholat duhur, anak anak mulai berhamburan kembali ada yang menuju kelasnya, ada yang langsung ke kantin ada yang hanya duduk-duduk di teras kelas.
Sementara aku hanya memantau anak anak dari meja piket. Tiba-tiba dari kamar mandi laki laki yang kebetulan dekat dengan meja piket terdengar ada teriakan histeris meminta tolong dan langsung memanggil aku yang sedang duduk di kursi piket.
"Bu guru Bu guru tolong Rio tersedak jarum pentul, katanya jarum pentul nya sudah masuk ke tenggorokan Rio" teriak salah satu siswa yang bernama Majid.
Sontak saja aku bingung menghadapi masalah yang membuat aku linu mendengar tentang Rio yang menelan jarum pentul. Kemudian aku berlari menuju ruang guru untuk meminta pertolongan.
Beberapa guru mulai terlihat panik mendengar aku berteriak teriak minta tolong. Sekarang posisi Rio sedang berada di ruang UKS. Dia terlihat sudah mulai susah bernapas.
Bersambung
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
