Selamat Jalan Nizam
Di rumah yang sunyi, Mizan menangis
Ibu tirinya, dengan kata-kata pedis
Menghukumnya tanpa salah, tanpa ampunan
Hati kecilnya, penuh dengan kesedihan
Mizan, anak kecil yang lemah
Tidak tahu apa salahnya, tidak tahu apa dosanya
Ibu tirinya, dengan tangan besi
Menghukumnya, tanpa belas kasihan
Di sudut kamar, Mizan menangis
Tidak ada yang mendengar, tidak ada yang melihat
Hanya air mata, yang mengalir deras
Mengiringi kesedihan, yang tak terhingga
Ibu tirinya, dengan hati yang keras
Tidak peduli, dengan penderitaan Mizan
Hanya ingin, menghukumnya saja
Tidak peduli, dengan hati yang hancur
Mizan, anak kecil yang lemah
Tidak tahu apa yang akan terjadi
Hanya berharap, ada yang menolongnya
Mengakhiri penderitaannya, mengakhiri kesedihannya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
