Hanya Sepuluh Ribu
Dia hanyalah seorang anak
Yang masih anak SD.
Tangannya kecil tapi
Mimpinya cukup sederhana
Ia hanya ingin bisa belajar
seperti teman-temannya.
**
Dia pulang dari sekolah
Dengan kepala tertunduk lesu
Di tasnya tidak ada apa-apa
Selain kertas tugas
Yang belum bisa ia kerjakan
Ia meminta sesuatu, kepada ibunya
Hanya sepuluh ribu untuk sebuah buku dan pensil.
**
Ibunya hanya terdiam.
Bukan karena tak mau memberi
Tapi karena tak punya, dompetnya kosong
Sang ibu hanya bisa berucap
Nanti ya nak, ibu belum punya uang
Sang anak pergi dengan hati kosong
“Nanti” yang tak pernah datang
**
Rasa malu yang terlalu berat
Untuk Anak Kecil yang lugu
Rasa malu itu tidak berisik.
Ia tidak menangis keras.
Ia hanya menumpuk pelan-pelan
Di dada anak kecil itu.
**
Hingga dihari itu berita mengejutkan
Dia tak lagi datang ke sekolah.
Bangkunya kosong
Yang tersisa hanyalah kabar duka
Yang membuat semua terdiam seribu bahasa
Satu keluarga hancur
**
Ini tamparan keras untuk sekolah,
Aparat desa, dan para tetangga
Kita semua harusnya menunduk malu
Seorang anak SD meninggal
Setelah tekanan hidup yang terlalu berat
**
Karena kemiskinan
Karena ketidakmampuan
membeli buku serta alat tulis.
Anak kecil itu pergi karena hidup terasa
Terlalu berat untuk anak seusianya
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
