Nani Yuliani Fahmuji

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Wanginya Ramadhan

Wanginya Ramadhan

Wanginya ramadhan makin terasa, ada wangi yang tak tercium oleh hidung tapi terasa jelas di dada. Ia datang pelan pelan membawa rindu yang tak bisa dijelaskan dan membasuh hari yang berdebu oleh dunia

Ramadhan bukan sekedar bulan ia adalah aroma taubat yang menguar. Harum doa doa yang naik di sepertiga malam dan wangi sabar yang dipetik dari lapar dan dahaga. Di setiap azan yang berkumandang, mengingatkan bahwa kita sedang dipanggil pulang

Bukan hanya kemeja berbuka, tapi hati yang lebih bersih dari sebelumnya. Semoga saat wanginya benar benar tiba, kita bukan hanya menyambut nya dengan hidangan, tetapi dengan jiwa yang siap disucikan.

Dan jika kelak ia pergi meninggalkan kita, semoga wanginya tak ikut hilang di dalam dada. Menjadi jejak taubat yang tak lagi mudah pudar.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post