nikmatul khoiroh

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Burung Dares, Pertanda Kematian?

Burung Dares, Pertanda Kematian?

Burung Dares Pertanda Kematian?

#Pentigraf

"Semalam aku dengar burung Dares, suaranya ciet ciet berputar-putar di sekitar kompleks perumahan kita. Kalau jaman nenek moyang dulu, ini dianggap pertanda akan ada orang meninggal," ucap Lee temanku siang itu. Entah ini mitos atau apa yang jelas bulu kudukku berdiri mendengarnya. Apalagi saat pandemi seperti sekarang yang belum berakhir.

Tidak berapa lama, terdengar kabar, Pak Poniran meninggal dunia dan dimakamkan dengan protap Covid-19. Hatiku terasa dag Dig dug, selama tiga bulan awal lockdown kita sudah merasa ketakutan. Sejak di terapkan new normal berangsur ketakutan ini agak reda. Mendadak tetangga meninggal dengan pemakaman yang tak biasa.

Pagi hari segera aku bergegas ke Wulijo untuk belanja, Kembali Lee menghampiriku dan berkata "Semalam burung Dares berbunyi kembali, hatiku tidak enak, semoga ini yang terakhir dia berbunyi,". Wajah Lee tampak pucat, seolah dia juga merasa ada hal aneh yang akan terjadi. Detak jantungku semakin tak menentu. Tetiba ada siaran dari Musala, Bu Poniyem istri Pak Poniran meninggal dunia. Kami saling beradu pandang dengan ketidakfahaman apa yang barusan terjadi. Mendadak Lee tak sadarkan diri, tubuhnya dingin seperti es.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post