nikmatul khoiroh

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Dengan Basmallah Aku Mencintaimu, dengan Hamdallah Aku Menjaganya(Part 3)

Dengan Basmallah Aku Mencintaimu, dengan Hamdallah Aku Menjaganya(Part 3)

Dengan Basmallah Aku Mencintaimu, dengan Hamdallah Aku Menjaganya(Part 3)

Udara di Puncak Rembangan yang tadinya sejuk mendadak terasa membeku. Ustaz Romi terpaku, cangkir kopi di tangannya tertahan di udara. Wanita bercadar itu berdiri dengan ketenangan yang ganjil, seolah ia adalah bagian dari kabut yang baru saja menjelma menjadi manusia.

​"Wa'alaikumussalam..." suara Ustaz Romi rendah, ada nada keterkejutan yang berusaha ia tekan serapat mungkin. "Silakan, duduklah."

​Wanita itu menarik kursi dengan gerakan anggun, nyaris tanpa suara. Ia duduk tepat di hadapanku. Meski wajahnya tertutup kain, aku bisa merasakan ada kehangatan sekaligus duka yang dalam dari sorot matanya yang bening.

​"Kenalkan, ini..." Ustaz Romi menjeda kalimatnya, tenggorokannya tampak kering. "Ini Khadijah."

​Darahku berdesir. Nama itu. Nama yang selama ini hanya kudengar sebagai sosok sempurna yang terpaksa dilepaskan.

​"Saya Sarah," jawabku terbata, mencoba mengulas senyum yang kurasa sangat getir.

​Khadijah mengangguk pelan. "Nama yang indah. Seindah pemiliknya. Pantas saja Mas Romi banyak bercerita tentangmu dalam doa-doa yang tak sengaja terdengar oleh angin."

​Kalimatnya seperti sembilu yang dibungkus sutra. Lembut, tapi menyayat.

​"Maaf, Mbak... saya tidak bermaksud..."

​"Jangan meminta maaf atas sesuatu yang sudah digariskan di Lauhul Mahfuz, Sarah," potongnya tenang. Ia beralih menatap Ustaz Romi. "Mas, aku ke sini bukan untuk mengusik. Aku hanya ingin menitipkan titipan yang tertinggal di rumah kemarin. Kitab-kitab rujukan untuk kajian besok. Aku tahu Mas akan langsung ke yayasan setelah dari sini."

​Ia meletakkan sebuah tas kain berisi beberapa kitab di atas meja. Tangannya yang terbungkus sarung tangan hitam terlihat gemetar halus, sebuah detail yang tak bisa ia sembunyikan dariku.

​"Terima kasih, Khadijah. Kau tidak perlu repot-repot sejauh ini," ucap Ustaz Romi dengan nada penuh rasa bersalah yang amat nyata.

​Khadijah beralih padaku lagi. "Sarah, boleh aku memegang tanganmu sebentar?"

​Aku ragu, namun perlahan kuulurkan tanganku. Ia menggenggamnya. Dingin, namun terasa mantap.

​"Dia pria yang baik," bisik Khadijah, suaranya kini sedikit serak. "Hanya saja, aku tidak bisa memberinya apa yang paling ia dambakan. Seorang penerus. Rahimku adalah tanah kering yang belum diizinkan Tuhan menumbuhkan benih. Jika kau adalah hujan yang ia tunggu, maka turunlah dengan berkah. Jangan merasa menjadi pencuri, karena aku sendiri yang membukakan pintunya."

​Air mataku jatuh tanpa permisi. "Tapi Mbak... ini tidak adil untukmu."

​"Keadilan Tuhan tidak selalu sesuai dengan selera manusia, Sayang," ia mengusap punggung tanganku. "Aku sudah ikhlas. Perceraian ini adalah mahar dariku agar ia bisa bahagia. Jagalah dia, sebagaimana aku menjaganya dalam sujud-sujud panjangku."

​Ia kemudian berdiri, membetulkan letak cadarnya. "Mas, aku pamit. Eni, Ria... titip Mas Romi dan Sarah, ya."

​Khadijah berlalu, punggungnya menjauh tertelan kabut Rembangan yang kembali menebal. Aku menatap Ustaz Romi, ia menunduk dalam, menatap sisa kopi yang telah dingin. Di meja itu, hadiah murottal digital yang ia berikan padaku terasa sangat berat, seolah memikul beban ribuan air mata yang tak terucap.

​"Ustaz..." suaraku nyaris hilang. "Bagaimana mungkin aku bisa membangun bahagia di atas kerelaan yang sepedih itu?"

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post