Dengan Basmallah Aku Mencintaimu, dengan Hamdallah Aku Menjaganya (Part 11)
Dengan Basmallah Aku Mencintaimu, dengan Hamdallah Aku Menjaganya (Part 11)
#POV Sarah
Sejak pertemuanku dengan Mbak Khadijah di Payangan, aku merasakan sesuatu yang ganjil pada diri Ustaz Romi. Ada jarak yang tiba-tiba tumbuh, halus namun nyata. Ia tak lagi serajin dulu menghubungiku. Biasanya, dalam sehari minimal tiga kali ia menanyakan kabarku, sekadar memastikan aku baik-baik saja. Kini, sunyi. Seolah ada dinding tak kasatmata yang ia bangun di antara kami.
Aku bertanya-tanya dalam diam. Apakah ia kecewa padaku, karena aku belum juga memberi keputusan, antara siap dimadu atau memilih pergi? Padahal tanggal pernikahan awal sudah kami sepakati. Hari yang dulu terasa begitu dekat, kini tampak menjauh, terancam gugur sebelum sempat tiba.
Telepon itu datang tanpa aba-aba.
“Dik, aku sakit di Solo. Mohon bersabar ya, rencana pernikahan kita tunda dulu menunggu aku sembuh,” ucapnya pelan di ujung sana.
Hatiku mencelos. “Boleh saya jenguk?”
“Enggak perlu, Dik. Sudah ada Khadijah di sini. Insyaallah semua aman, jangan khawatir. Kaki saya cuma keserempet peluru sedikit.”
Aku terdiam. “Peluru siapa?”
“Biasalah,” jawabnya singkat. “Perusuh yang ingin merdeka, bebas dari Indonesia. Waktu saya mau menyeberang naik boat, kaki saya terserempet peluru.”
Kata-katanya terdengar tenang, terlalu tenang untuk cerita seseram itu. Jujur, aku sangat khawatir. Apalagi aku mendengar sendiri kabar kerusuhan, orang-orang bersenjata laras panjang, amarah yang tak terkendali. Namun aku menelan kecemasan itu dalam-dalam, memilih menghormati keputusannya untuk tidak kujenguk.
Sejak kabar sakit itu, ponsel Ustaz Romi tak lagi bisa dihubungi. Benar-benar sunyi. Tak ada pesan, tak ada panggilan balik. Aneh. Seolah ia menghilang, ditelan bumi bersama segala janji yang pernah kami rangkai.
Aku hanya bisa menatap layar ponsel yang dingin, bertanya pada diriku sendiri dan pada Tuhan: apa yang sebenarnya terjadi? Benarkah ia hanya sakit? Ataukah ada sesuatu yang jauh lebih besar sedang disembunyikannya dariku? Di tengah kabar kerusuhan di kampungnya, ketakutan paling buruk pun menyelinap, apakah Ustaz Romi baik-baik saja, atau justru telah menjadi korban dari kekacauan yang tak ia ceritakan sepenuhnya?
Bersambung
#literasi
#tantanganmenulishari12
#cerpen
#ceritafiksi
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
