Tips Menurunkan BB, Tetap Sehat Tanpa Obat
Tips Menurunkan BB, Tetap Sehat, Tanpa Obat
"Buk, apa sampeyan sakit, kok kurus?"
"Buk, kok lebih kurus, apa banyak yang dipikirkan?"
"Apa diet Bu?"
"Gak makan nasi ya?"
Hehee duh, bungah, sueneng kita dibilang kurus padahal BB masih diatas 60. Lha kalau foto aja, biasanya emak-emak posisi miring biar terlihat lebih slim, hehee. Yang terpenting, semoga kita semua sehat selalu ya. Alhamdulillah saya tidak sedang sakit, dan merasa lebih sehat, lebih semangat.
Ceritanya begini, pasca melahirkan anak ketiga (Bisma) BB saya 70kg sampai di akhir tahun 2023. Dulu masih punya anak 2, BB masih di 58kg.
Selanjutnya saya tidak bisa menekan nafsu makan, dengan alasan sedang full ASI eksklusif. Setelah tidak memberikan ASI, saya full gowes, bahkan pernah juga beli obat herbal untuk menekan nafsu makan. Efeknya betul, BB agak turun 1kg.
Memang minum obat herbal itu terasa kenyang gak ingin ngemil, tetapi saya merasa lemes. Apalagi waktu itu pasca lockdown sedang mengikuti Diklat CKS yang saya butuh full energi, banyak mengerjakan tugas, biar gak ambruk sakit harus makan yang cukup. Akhirnya saya buang obat herbal penurun berat badan.
Pada akhir 2023, teman saya berkata, "Emosimu tidak stabil. Cobalah kosongkan lambung dengan puasa."
Wow, puasa sunnah? Duh sangat berat itu Ferguso, saya aja puasa qodlo Ramadhan kadang sampai di bulan Sya'ban baru lunas.
Akhirnya saya mikir bagaimana cara menekan nafsu makan yang sehat tanpa obat?
Bismillah, saya tanamkan di alam bawah sadar, "saya ingin sehat lahir batin. Ingin mengurangi nafsu makan, ingin puasa sunnah untuk tirakat. (Katanya guru saya dulu puasa kita bisa menambah kecerdasan anak kita)."
Itu terus saya ucapkan terus menerus di hati.
Setelah itu, nafsu makan saya sedikit berkurang, gak makan nasi juga gakpapa, misalnya diganti bakso atau mie, itu sudah kenyang. Kalau dulu sarapan, makan siang, malam wajib nasi, walaupun sudah habis mie satu mangkuk, kalau belum makan nasi, itu belum makan, hanya sebagai camilan hehehe.
Alhamdulillah akhirnya saya enteng gak berat melakukan puasa Senin Kamis, puasa Syawal, Rajab dan sebagainya untuk tirakat dan juga biar lebih sehat. Dalam waktu satu bulan, memang seharusnya ada jeda, waktu lambung kita kosong, minimal sehari atau dua hari kalau bisa ya lebih banyak hari hehe .
Jadi, saya tidak diet. Saya makan nasi 3x sehari. Hanya memang porsi nasi lebih sedikit, mungkin sekepal atau seujungnya entong, lainnya saya ganti sayur, ikan, buah lebih banyak. Kalau terlalu kenyang, saya merasa pernafasan kurang longgar. Dalam bahasa Jawa Gumukmas, "mbesesek" jika terlalu kenyang.
Sekarang saya merasa lebih sehat, lebih semangat, sedikit banyak emosi saya turun, lebih stabil walau kadang juga sempat guuuemes pingin misuh dan sebagainya hehee tetapi masih bisa saya kendalikan, lampiaskan dengan menulis, atau dengan bernyanyi kecil.
Ketika sedang membersamai, memfasilitasi bapak ibu guru hebat dalam suatu acara pelatihan di hari Senin atau Kamis, dengan kondisi puasa, saya tetap bisa full energi, full power, gak lemes, dan lebih sehat. Memang di usia yang hampir senja ini, kita harus lebih menjaga pola makan, pola pikir, pola zikir dan tidak kakehen polah hehee
Waakhiru da'wahum, semua berawal sari pikiran kita baik positif atau pun negatif. Membangun alam bawah sadar kita untuk selalu positif thinking. Allah ada pada prasangka hambanya. Semoga Allah melindungi kita, selalu diberikan kesehatan jasmani rohani, dan terlebih lagi sehat pikirannya, juga sehat kantongnya, amin ya Rabb 🥰
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
