nikmatul khoiroh

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Menepi
Foto hanya pemanis

Menepi

Dear Non,

Maafkan aku jika akhir-akhir ini lebih banyak diam. Bukan karena aku tak paham, bukan pula karena aku tak peduli. Justru karena aku terlalu paham, maka aku memilih menepi. Aku sedang belajar berdamai dengan luka-luka yang tak pernah benar-benar hilang, hanya berusaha kutenangkan agar tak lagi berisik di dalam dada.

Aku bukan pendendam. Kau tahu itu. Aku selalu memilih memaafkan, meski tak pernah benar-benar melupakan. Sebab melupakan bukan kuasaku. Yang bisa kulakukan hanyalah menerima, lalu menata kembali serpihan yang tersisa. Memaafkan adalah caraku menjaga hati agar tidak mengeras, agar aku tetap menjadi diriku yang dulu—yang percaya bahwa kebaikan masih layak diperjuangkan.

Dear Non,

Maafkan jika aku diam, lalu pergi tanpa pamit. Bukan karena aku ingin menjauh selamanya, tapi karena kadang jarak adalah satu-satunya cara untuk menyelamatkan semua. Menjaga hatimu, menjaga hatiku, dan menjaga agar tak ada kata-kata yang kelak kita sesali.

Percayalah, kepergianku bukan tentang kebencian. Ia hanya tentang kewarasan, tentang belajar ikhlas dengan cara yang paling sunyi.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post