Tatap Di Ujung Lelah
Tatap Di Ujung Lelah
senja di benakku masih tetap menguarkan aroma manis kenangan tentangmu
tapi tak bisa kubohongi nurani
ada serpihan luka di hati yang belum bisa rekat
denyutnya masih membuatku meringis
kala teringat selarik tatapan dingin nan tajam
tanpa kata
tanpa garis senyum
tanpa getaran rindu yang begitu menggebu kuharapkan sama membuncah seperti luapan rindu yang kubawa
senja itu menoreh pilu
membungkam laraku dalam gemeretak gigi yang lebih paham bagaimana caranya menjaga rapuhku tak tercium semesta
aku layu
meluruh sendiri
air mata kutebas sejak sinyal kecewa itu terpindai amigdala
dopamin sigap memantik segaris senyum hambar di wajah kuyu
sebelum lambaian tangan menjadi penanda terbentangnya jarak
aku pulang
membawa retak yang kupeluk sendiri dalam dekap penghiburan semu
mungkin nanti ceria itu hadir lagi
mungkin nanti sapa itu menghangat lagi
biarkan saja senyap meraja dahulu
dalam sunyi biarkan kusendiri
belajar menumbuhkan lagi benih rasa yang pernah mekar begitu ranum
Sukabumi, 4 Januari 2026
(45 hari menuju Ramadan)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
