Nopiranti

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Titik Terendah

Titik Terendah

Titik Terendah

Hidup tak selamanya lurus. Kadang langkah bersua belokan tajam, turunan curam, tanjakan terjal, jarak pandang yang terhalang kabut, atau gundukan kerikil licin yang membuat tapak tergelincir, terjungkal, terperosok, jatuh, terluka, dan kesakitan. Semua kondisi membuat kita harus selalu dalam mode siaga. Hanya tersisa sedikit waktu untuk menghela napas lega atau berjalan tenang tanpa rasa khawatir dan ketakutan yang berlebihan.

Dalam kondisi seperti ini, tentu lelah dan jenuh menyapa. Rasanya ingin rehat saja. Bahkan kalau bisa langkah memilih untuk menyerah saja. Atau paling tidak diam saja di tempat atau berbalik arah, kembali ke zona aman yang pernah dirasakan pada awal perjalanan.

Tapi, itulah hakikat sebuah perjalanan. Semulus apa pun jalan, sedetail apa pun persiapan, tantangan dan rintangan tentu akan selalu ada. Dengan kadar yang berbeda tentu saja. Meski beragam tantangan dan rintangan itu kerap mengganggu, tapi sejatinya semua itu bagian dari pembelajaran yang berharga juga.

Memang pada dasarnya kita selalu menginginkan kemudahan dan kelancaran dalam segala hal. Tenaga tak banyak terkuras, pikiran tak payah tertuang, waktu dan harta benda juga minim dibutuhkan, namun mendapatkan hasil yang maksimal.

Tapi, skenario hidup tidak selalu seindah dalam bayangan dan harapan kan ya? Lantas bagaimana jika hidup kerap disapa beragam cobaan dan tantangan? Coba simak salah satu konten yang sering berseliweran di media sosial dengan jargonnya yang unik, "Dikasih cobaan, kita cobain. Dikasih tantangan, kita tantangin."

Jargon itu terkesan nyeleneh menurut saya. Seperti sikap yang arogan, sombong, dan nantangin, gitu. Tapi, kalau dicermati lagi jargon itu justru memberikan kita sebuah pelajaran penting. Apa pun yang terjadi dalam hidup, mau senang atau susah, memang harus dihadapi dengan kesungguhan dan kesiapsiagaan yang baik.

Kemudahan juga tidak selamanya membawa kebaikan. Jika tidak hati-hati, kemudahan bisa membuat kita terlena, terjebak di zona nyaman, dan membuat malas untuk berusaha dan berkreasi. Bukan tidak mungkin, keterlenaan itu pelan-pelan akan menggiring kita pada kesulitan juga kan?

Sebaliknya, kesulitan juga tak selamanya membawa derita. Bisa jadi Allah menghadirkan kesulitan itu untuk menguji seyakin apa kita akan pertolongan-Nya. Atau justru kesulitan itu sebagai teguran sayang agar kita kembali, berserah diri, dan selalu bergantung sepenuhnya pada kuasa Allah.

Tapi, memang tak mudah ketika menghadapi episode berat yang diwarnai beragam cobaan. Pasti akan selalu ada scene kecewa, marah, penyangkalan, berburuk sangka, dan rasa benci yang menguarkan keluh kesah dan sumpah serapah. Tak apa. Hadapi saja episode ini. Izinkan diri merasa. Akui dan terima perasaan itu. Tidak apa-apa mengakui bahwa kita sedang down.

Tapi, jangan lama-lama di fase ini ya. Perlahan bangkit dan coba berjuang lagi, yuk. Dalam fase kebangkitan ini, usahakan jangan berjuang sendirian. Ada baiknya hubungi teman, keluarga, atau seseorang yang kita percaya untuk berbicara. Kadang dengan berbagi cerita, sebagian beban akan terasa berkurang.

Jika merasa lelah, beristirahatlah sejenak. Ambil waktu untuk rehat dan melakukan hal-hal sederhana yang bisa menenangkan, seperti membaca buku, mendengarkan musik, menonton film, berjalan-jalan, olahraga ringan, berkebun, menyulam, melukis, masak, menulis, atau sekadar mandi dengan tenang di bawah kucuran air dingin yang menenangkan.

Setelah tenang, kembali fokus pada hal kecil yang bisa kita lakukan hari ini untuk mulai kembali bangkit. Target besar itu penting. Tapi, memulainya dari langkah kecil yang terukur dan nyata, itu jauh lebih mudah dan menenangkan.

Satu hal yang paling penting diingat, jangan pernah lupa bahwa kita tidak sendirian. Ada Allah bersama kita. Titik terendah yang Allah hadirkan pada episode hidup kita adalah awal dari kebangkitan diri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Tahun baru dengan semangat baru, saat yang baik untuk memperbaiki dan meng-up grade diri ya teman. Bismillah.

Sukabumi, 2 Januari 2026

(47 hari menuju Ramadan)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post