Nungky SJ

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Meraih Kebahagiaan

Meraih Kebahagiaan

Rahman

*****

Jujur aja, siapa sih di era sekarang yang nggak pengen bahagia? Dari scroll TikTok jam 2 pagi, kejar karir, sampai bikin feeds Instagram kelihatan estetik, ujung-ujungnya cuma satu yang dicari: rasa tenang dan puas di dalam hati.

Tetapi masalahnya, jalan menuju bahagia tuh bukan jalan tol yang mulus tanpa hambatan. Kehidupan selalu datang satu paket sama Plot Twist, ujian, dan Overthinking. Dan parahnya, sering kali kita terjebak mikir kalau bahagia itu baru bisa didapat kalau kita udah Achieve sesuatu: punya mobil baru, jabaran mentereng, atau dapet banyak likes dan pujian.

“ Kita sering menyandera bahagia kita sendiri dengan syarat-syarat duniawi yang sifatnya fana ”.

Kosa kata bahasa Arab, bahagia itu punya Spectrum yang unik banget dan dibedakan secara detail :

Farhah ( Spontaneous Joy ): Kesenangan sesaat. Contohnya dapet Flash Sale, dapet bonus, atau dipuji orang. Rasanya rame, tapi gampang hilang.

Surur ( Inner Glow ): Rasa lapang dada dan gembira yang terpancar sampai ke raut wajah. Aura positifnya kelihatan dari luar.

Sa’adah ( Ultimate Peace ): Kebahagiaan hakiki, abadi, dan Ultimate. Nggak cuma tentang dunia, tapi nambang ketenangan sampai ke akhirat.

Kunci utamanya: Kebahagiaan paling jernih itu bukan yang lahir dari pencapaian, pujian, atau materi. Kalau ketenanganmu digantungkan pada hal yang fana, hatimu bakal terus terombang-ambing pas keadaan berubah.

Deep Talk Corner: Conversation with Ummi Jihad.

Sore itu, Zahra lagi nyandar di bahu Ummi Jihad sambil me-review feeds media sosialnya.

Zahra ngehela napas panjang, “ Ummy... lihat deh story-nya Romeo. Mobil barunya estetik banget, proyek besarnya tembus lagi. Kirain hidupnya Effortless banget dan bahagia tanpa beban ya ?”.

Ummi Jihad dengan senyum tipis sambil ngelus kepala Zahra, “ Romeo emang hardworker, Aly. Tapi, apa kamu yakin Main Character Energy dan kunci bahagianya ada di mobil baru atau proyek sukses itu ?”.

Zahra, “ Ya pastilah, Ummy ! Siapa yang nggak Happy kalau Financially Stable, sukses karir, terus di- Acknowledge banyak orang? Rasa Validated -nya pasti bikin bangga banget !”.

Ummi Jihad, “ Sukses dan kaya itu rezeki yang bagus, Aly. Tapi kalau dijadiin Single Source of Happiness, kita bakal rugi. Harta dan pujian itu faktor eksternal. Hari ini ada, besok bisa Vanish. Hari ini disanjung, besok bisa di- Cancel. Kalau bahagiamu digantungin ke hal kayak gitu, jiwamu nggak bakal pernah Settle ”.

Zahra keningnya berkerut, “ Maksudnya... orang sukses nggak otomatis bahagia ?”.

Ummi Jihad, “ Nggak menjamin, Aly. True happiness comes from within, not from external validation. Fondasinya sederhana: Kebersihan hati. Bayangin punya harta melimpah tetapi hatinya Salty, Penuh iri, dengki, dan cuma pengen Flexing. Kira-kira tidurnya bisa Peaceful nggak ?”.

Zahra bergumam, “ Hmm... bener juga sih. Pasti kepikiran terus dan takut tersaingi ”.

Ummy Jihad, “Exactly. Selain kebersihan hati, luruskan niat. Pas kita Do Something Good, kerja, bantu orang, atau beribadah, pastiin niatnya Pure. Bukan buat pamer atau nyari Applause manusia, tapi tulus karena tanggung jawab dan ibadah. Pas niatmu lurus, kamu nggak akan Heartbroken waktu orang lain nggak merespons ”.

Zahra, “Jadi, Validation dari manusia itu emang nggak penting ya, Ummy ?”.

Ummi Jihad, “ Pujian itu cuma bonus yang sering kali jadi Spiritual test. Yang paling inti itu koneksi kamu sama Sang Pencipta. Saat hubunganmu sama Allah erat, hatimu punya jangkar yang kokoh. Waktu kena Failure, kamu nggak frustrasi karena paham Allah punya Better Plan. Waktu dikasih rezeki, kamu Grateful tanpa perlu sombong ”.

Zahra, senyum, ngerasa plong, “ Aly paham sekarang, Ummy. Selama ini Aly sering ngerasa Insecure karena terlalu sering Look Up ke orang lain dan lupa Check-In ke hati sendiri ”.

Ummi Jihad nongol pelan shoulder-nya Zahra, “ Jadi orang kaya dan sukses itu pilihan yang bagus, Aly. Go for it ! Tetapi ingat, jangan biarkan bahagiamu disandera materi. Bahagiakan hatimu dulu, bersihin dari Toxic Traits, luruskan niat, dan Stay Connected sama Tuhan. Dari situlah ketenangan sejati bakal lahir ".

Zahra, “ Thank you so much, Ummy! Percakapan ini bener-bener bikin Healing batin. Yuk, udah mau azan nih, kita siap-siap ke masjid ”.

Ummi Jihad, “ Nah, itu First Step terbaik buat merawat ketenangan jiwa ”.

Takeaway buat Kita Semua, Jangan cuma kejar alasan buat bahagia, tetapi pelihara kebersihan hati. Luruskan niat di setiap langkah. Lepaskan ketergantungan dari penilaian makhluk, dan Connect kembali ke Sang Pencipta. Sebab kebahagiaan paling dalam sering kali hadir tanpa diumumkan, tetapi cukup dirasakan oleh jiwa yang sudah menemukan tempat pulangnya.

Salam literasi Pariaman, 25/7/26.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post