Nungky SJ

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Mendahulukan Sholat

Mendahulukan Sholat

Mendahulukan Sholat

*****

Siapa bilang ngejar target duniawi harus bikin kita Clueless sama panggilan Tuhan? Kisah Robi Syianturi di BTN Jakarta International Marathon pada tanggal 15 Juni 2026, benar-benar Eye-Opening dan jadi Major Wake-Up call buat kita semua. Di tengah race internasional yang super ketat, Robi membuktikan kalau mengejar hablun minallah dan hablun minannas itu bukan sekadar teori, tetapi lifestyle sejati yang bikin hidup berlipat kali ganda keberkahannya.

* Plot Twist di KM 14: Berhenti Bukan Berarti Kalah *

Suasana pagi di rute maraton masih dingin dan temaram. Ribuan pelari dari berbagai belahan dunia lagi Hype-hype-nya Pacing buat ngejar Personal Best (PB). Robi Syianturi, atlet kebanggaan Indonesia asal Belitung yang tumbuh dari keluarga sederhana, yang sedang memimpin di barisan depan.

Tiba-tiba, begitu azan Subuh berkumandang di KM 14, Robi mengambil keputusan yang bikin semua orang Shock, dengan menepi dan berhenti.

Faris, sahabatnya, langsung panik berat, " Robi! Kenapa berhenti ?! Waktu terus jalan, Bro! Lu lagi di posisi depan. Kalau lu diam di sini sekarang, pelari asing bakal langsung Take Over !" seru Faris dengan napas memburu.

Dengan tenang, Robi mengambil air untuk berwudu seadanya. Wajahnya santai, tanpa rasa cemas sedikit pun, " Tenang, Ris. Ada panggilan yang jauh lebih besar dari sekadar garis finish atau medali ini ", balas Robi sambil tersenyum.

" Panggilan apa di tengah race hidup-mati gini?! Ini ajang internasional, semua mata dunia lagi Highlight kita !", Faris makin kaget.

" Panggilan Allah, Ris. Waktu Subuh sudah masuk. Lari kita sejauh apa pun, cepat atau lambat kita bakal kembali ke Dia. Kemenangan sejati itu bukan cuma soal medali yang dikalungin, tetapi rida Allah di hati ".

Robi merapikan pakaiannya, membentangkan alas sederhana di pinggir jalan raya, lalu melakukan takbir dengan amat khusyuk. Di tengah hiruk-pikuk ribuan pelari yang lalu-lalang mengejar detik demi detik, Robi memilih bersujud. Bumi ini milik Allah, dan di mana pun kita berada, sujud adalah ultimate Power-Up kita.

Faris yang mengawal di dekatnya cuma bisa tertegun dan berbisik dalam hati, " Dia nggak meninggalkan Allah, maka Allah pun pasti nggak akan pernah meninggalkan dia ".

* Jalur Langit is Real: Juara 1 dan Mengguncang Dunia *

Selesai salam, Robi mengusap wajahnya, mengenakan kembali sepatu lari, lalu melesat cepat bagaikan angin. Dia kehilangan beberapa menit yang amat berharga, tetapi mentalnya justru makin membara. Bagi Robi, apa yang ditinggalkan karena Allah Never Ever jadi kerugian.

Hasilnya? Pure Magic !

Robi menyentuh garis finish dengan catatan waktu luar biasa: 2 jam 27 menit 58 detik, resmi menyabet Podium Pertama kategori Maraton Nasional !.

Saat pengeras suara mengumandangkan namanya dan penonton bersorak riuh, Faris langsung memeluk Robi dengan air mata haru, " Luar biasa, Rob ! Lu menang ! Lu tetap jadi yang tercepat !".

Robi menunjuk ke atas, tetap Humble tanpa ada Flexing sedikit pun, " Bukan karena kuat kaki saya, Ris. Tetapi karena Allah yang memudahkan langkah saya. Kemenangan ini milik jalur langit ".

Plot Mindset: Mengapa Ibadah dan Perjuangan Harus In Sync?

Kisah Robi ini merefleksikan esensi ibadah yang sebenarnya:

* Ibadah Vertikal (Hablun Minallah) dengan Sholat tepat waktu adalah bukti disiplin dan kepatuhan iman. Robi membuktikan bahwa setinggi apa pun karier dan prestasi kita di mata dunia, posisi paling tinggi tetaplah saat kita bersujud.

* Ibadah Horizontal (Hablun Minannas) dengan kepribadian Muslim yang kamil (sempurna) nggak berhenti di sajadah. Robi yang pernah berdarah-darah berlari sampai finish di Sevilla Marathon ini punya empati luar biasa. Dia melelang jersey dan sepatu bersejarahnya demi membantu korban bencana alam di Sumatra. Perjuangan hidupnya dari bawah sampai jadi inspirasi atlet dunia adalah bentuk nyata dari menebar manfaat bagi sesama.

Message to Takeaway

Robi Syianturi memberikan statement menohok yang sukses menampar logika serba-cepat zaman sekarang:

* " Jangan takut kehilangan sesuatu karena Allah, tapi takutlah kehilangan Allah karena sesuatu ".

Buat kamu yang lagi berjuang di race kehidupan masing-masing,nmencapai cita-cita, karier, atau impian besar, ingatlah kalau dunia ini cuma sementara. Sukses sejati itu saat kamu bisa mengimbangi kerja keras dengan sujud yang tulus.

Dahulukan panggilan-Nya, maka Allah yang akan cukupkan dan mudahkan jalanmu menuju garis finish kemenangan !.

Salam Literasi Pariaman, 11/7/26.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post